Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pantau Banjir di Daerah Potensi Perikanan

0
71
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Eddy Martanto (kiri) bersama jajaranmya saat memantau genangan banjir di daerah potensi perikanan, di antara nya di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Para petani budidaya tambak di Pati yang cukup potensial, kini benar-benar dalam kondisi terpuruk sebagai dampak terjadinya banjir yang sampai saat masih terus berlangsung. Karena itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Eddy Martanto menyempatkan waktu untuk memantau langsung kondisi yang memprihatinkan saat ini.

Sedangkan beberapa waktu sebelumnya, personel jajarannya juga melakukan pendataan tambak para petani yang tergenang banjir, masing-masing di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, dan Kecamatan Juwana. Hal itu berkait dengan upaya klaim asuransi ganti rugi karena dampak bencana banjir yang merendam ratusan hektare tambaknya.

Seperti areal tambak petani di Desa Talun, Kecamatan Kayen, papar Eddy Martanto, tambak seluas 320 hektare berisi tebaran ikan bandeng, karper, nila dan ikan hias koi. ”Akibatnya kerugian para petani tambak di desa tersebut mencapai Rp 6,1 miliar, ditambah lagi kerugian petani di Desa Pasuruan, di wilayah kecamatan yang sama,”ujarnya.

Untuk kerugian tambak terdampak banjir di desa, lanjut Eddy Martanto, kerugiannya mencapai Rp 1,2 miliar karena 51 hektare tambak berisi tebaran ikan nila dan karper terendam, dan di Desa Srikaton juga di kecamatan setempat 45 hektare tambak berisi ikan bandeng  dan karper terendam sehingga kerugian mencapai Rp 952 juta.

Hal itu belum ditambah tambak warga Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, di mana 98 hekare tambak berisi bandeng, nila dan karper tak ada yang tersisa, sehingga kerugiannya mencapai  Rp 2 miliar. Sehigga ratusan hektare tambak petani di beberapa desa di sejumlah kecamatan membuat para petaninya memang terpuruk, sehingga turunnya asuransi memang sangat diharapkan .

Apalagi, masih ada data lain hasil pengecekan ke lokasi tambak yang tergenang, seperti di Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana tambak petani terendam seluas 20 hektare dengan jumlah kerugian mencapai Rp 100 juta. Berikutnya disusul Desa Tluwah juga di kecamatan setempat dengan luas tambak 7 hektar, dan berisi ikan bandeng dan udang windu.

Kerugian ditaksir mencapai Rp 35 juta, dan Kedungpancing luas tambak terendam 2 hektare dengan kerugian mencapai Rp 10.000.000. ”Hal itu masih ditambah lagi dengan terendamnya tambak bandeng di Mustokoharjo, Kecamatan Pati seluas 2,5 hektare degan kerugian mencapai Rp 100.000.000,”imbuhnya.