Kendati Pasar Boleh Buka, Banyak Pedagang yang Memilih Tidak Berjualan

0
74
Pasar Daerah Kayen, Gembong, dan Tayu tetap buka dan memberi kesempatan kepada para pedagang untuk berjualan, tengah-tengah permberlakukan ''Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja,'' mulai Sabtu (6/2) hingga Minggu 7/2) besok.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pada awalnya alam surat edaran (SE) Bupati Pati tidak memperbolehkan pasar buka selama berlangsungnya ”Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja,” yang berlangsung mulai Sabtu (6/2) hari ini hingga Minggu (7/2) besok.  Akan tetapi, kemudian hal tersebut diikuti dengan ralat utuk SE itu, bahwa pasar, rumah makan,PKL, toko dan swalayan boleh buka.

Kendati demikian, para pedagang banyak yang memilih tidak berjualan karena jika memaksakan diri, kondisi pasar sejak pagi hingga siang hari pun sepi. Selain kondisi turunnya hujan yang turun sejak pagi, juga banyak warga yang memilih untuk tetap tinggal di rumah, sehingga akses ruas jalan dalam kota pun tidak seramai hari-hari biasa.

Salah seorang Camat di Tlogowungu, Drs Jabir MH menyampaikan, meskipun pasar tidak dilarang untuk buka, tapi di Pasar Tradisional Tlogowungu juga dalam kondisi sepi sejak pagi. ”Mereka memilih libur berjualan, karena jika dipaksakan mereka sudah memprediksi akan sepi pembeli, karena warga tetap mematuhi untuk tetap diam di rumah, ”ujarnya.

Pasar Daerah Kayen, Gembong, dan Tayu tetap buka dan memberi kesempatan kepada para pedagang untuk berjualan, tengah-tengah permberlakukan ”Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja,” mulai Sabtu (6/2) hingga Minggu 7/2) besok.

Dari pantauan Samin News, kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di Pasar Daerah dalam Kota Pati, di antaranya adalah Pasar Puri, Pasar Rogowangsan, dan Pasar Sleko Baru. Banyak pedagang memilih tidak berjualan, karena warga sudah menyerbu untuk belanja lebih dua hari berturut-turut, sehingga suasana pasar seperti hendak menghadapi Lebaran.

Dalam kesempatan dan kondisi seperti itu, maka para pedagang pun menaikkan harga berbagai barang kebutuhan dapur. Akan tetapi, untuk hari ini mereka memilih tidak berjualan, karena diperkirakan tetap sepi pembeli berkait dengan  dilaksanakannya ”Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja,” maka pasar hanya buka sesaat di pagi hari setelah itu kembali sepi.

Diminta tanggapannya berkait hal tersebut, Penanggung Jawab Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdakperind) Kabupaten Pati, Widyo, tidak mengelak akan kondisi tersebut. ”Akan tetapi utuk sejumah pasar daerah, seperti di Kayen, Gembong, Bulumanis (Margoyoso) dan Tayu tetap buka mulai pagi dan tutup pukul 12.30,”tambahnya.