Dinas Perhubungan Bersama IOF Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Banjarsari

0
155
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko AP MSi bersama istri terjun ke lokasi bencana banjir, di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati untuk menyerahakan bantuan di balai desa setempat.(Foto:SN/dok-in)

SAMIN-NEWS.com, PATI– Di tengah susana ramainya banyak pihak maupun komunitas yang membuat posko di lokasi banjir, mapun dapur umum dan juga persiapan evakuasi jika warga yang kediamannya dilanda banjir harus mengungsi ke tempat yang aman. Karena itu, bantuan material memang harus dipersiapkan, untuk diserahkan nanti setelah berada di pengungsian maupun nanti sekembalinya setelah air surut.

Dalam upaya mengelola bantuan dari warga yang menaruh simpati, maka setiap perangkat desa maupun keopala desa diu daerah bencana sudah hafal betul apa yang harus dilakukan. Dengan demikian, selain harus menyalurkan bantuan langsung setiap hari berkait dengan kebutuhan makanan tersebut harus berlangsung sampai tiga kali, yaitu pada pagi hari, siang, dan sore hari.

Karena itu, papar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko AP MSi  , pihaknya bersama IOF  saat menyerahkan bantuan, memilih waktu pada Minggu (7/2) pagi. ”Sebab, bantuan yang kami bawa ke Banjarsari ada nasi bungkusnya,”ujarnya.

Tim dari IOF bersama Dishub Pati saat menurunkan bantuan dan menyerahkannya kepada perwakilan dari desa setemoat.(Foto:SN/dok-in)

Dengan demikian, lanjutnya, paling tidak bisa mencukupi untuk orang tua dan anak-anak yang harus sarapan pagi, dan bagi kalangan muda dan laki-laki maupun perempuan jika nasi bungkus yang tidak tercukupi bisa menunggu bantuan dari para relawan lainnya. Sedangkan persiapan untuk makan pada siang hari, tentu warga di lokasi banjir ini tetap harus disupport dari pihak ketiga, berupa nasi bungkus.

Kendati demikian, pihaknya bersama IOF juga membawa mie instan, air mineral dan juga sembako, sehingga bantuan tersebut ada yang bisa dimanfaatkan atau dimasak sepanjang kondisi di rumah warga masih menungkin. Sebab, biasanya mereka yang belum mengungsi tetap berdiam di rumah berjaga-jaga, jika kemasukan air bisa segera dikuras.

Jika hal tersebut sudah tidak memungkinkan, karena genangan di dalam rumah mulai bertambajh tinggi, barulah warga ini bari pergi mengungsi. ”Akan tetapi dengan cuaca cerah seharian, mudah-mudahan ketinggian air tidak bertambah,” imbuhnya.