Tanam Mangrove Guna Jaga Ekosistem Garis Pantai

0
18
Ilustrasi: Pananaman bibit mangrove demi terjaganya ekosistem pantai.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kurang lebih panjang garis pantai Pangkalan sekitar 3 hektar kondisinya semakin tahun semakin kritis. Pasalnya, arus gelombang laut itu menyebabkan abrasi. Sehingga dalam hal ini semua pihak mulai dari tingkat pemerintah bawah hingga daerah juga bertanggung jawab atas kritisnya lingkungan garis pantai ini.

Untuk menyikapi abrasi tersebut, pihak Pemerintah Desa Pangkalan, melakukan penanaman pohon mangrove. Tujuannya untuk merawat serta menjaga dari kemungkinan kerusakan yang lebih parah.

“Dari kelompok tani sini melakukan penanaman mangrove itu sudah ada dua tahunan. Kemudian, teranyar dua bulan ini kami mendapat bantuan dari Dinas Kehutanan tanaman mangrove,” kata Kasi Kesejahteraan Desa Pangkalan, Ngarno kepada Saminnews, (14/1/2021).

Bersama dengan berbagai pihak untuk menjaga garis pantai di Kabupaten Pati, khususnya di areal Pangkalan. Menurutnya bantuan penanaman mangrove dari Dinas Kehutanan itu sebanyak 20 ribu mangrove. Dan untuk saat ini telah selesai ditanam di sepanjang garis pantai Pangkalan.

Menurutnya, tanaman yang satu ini sangat bermanfaat bagi lingkungan serta ekosistem. Karena, mangrove mampu menjaga dan menjadi tameng ombak. Sehingga, kecil kemungkinan kritis, dan meskipun terjadi abrasi namun tidak separah jika tidak ada.

“Mangrove ini bisa menjaga dari abrasi pantai, sekitar ada tiga hektar yang lumpur-lumpur itu. Dan ini membutuhkan ekstra perhatian yakni setelahnya mangrove ditanam,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, kendala besar yang dialami pada saat perawatan mangrove yaitu dari faktor alamiah itu sendiri. Kendala tersebut adalah tidak lain ombak yang besar menerjang mangrove yang masih kecil baru ditanam itu. Selain memang ombak besar, juga ditambah dengan lumpur yang tentu berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan mangrove.

“Dua tahun ini kan sudah penanaman mangrove, tapi untuk tahun kemarin itu gagal. Ini akibat dampak ombak yang besar tersebut, ini resiko yang dihadapi oleh kami,” tambahnya.

Padahal, Ngarno menjelaskan prospek mangrove dalam jangka panjang selain bisa menjaga ekosistem juga mampu mendatangkan keuntungan. “Dalam jangka panjang itu tumbuh normal, dari kami mau membuat desa wisata atau pengelolaan wisata pantai dengan karakter mangrove,” tutupnya.