Oktober 2020-Januari 2021, Pati Mempuyai Luas Tambah Panen 7.406 Hektare

0
49
Hamparan tanaman padi menguning yang siap panen di bulan ini (Januari) 2021.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati musim tanam (MT) I padi berlangsung sejak Oktober 2020 hingga Maret 2021, tapi dalam kurun waktu pelaksanaan tanam padi oleh para petani juga berlangsung pelaksanaan panenan. Dari awal MT tersebut hingga Minggu (17/1) lalu, luas tambah panen (LTP) di Pati sebagai percepatan data pangan strategis (PDPS) seluas 7.406 hektare.

Dengan demikian, kendati di sela-sela berlangsungnya MT I padi tapi ada juga petani yang sudah memanen tanaman padi yang sudah barang tentu sebagai jawaban, bahwa Pati tidak pernah mengalami keterlambatan panen tiap bulan. Sehingga para pedagang pengumpul pun terus memburu untuk melakukan pembelian dengan sistem tebas, langsung ke areal persawahan petani yang sedang terdapat tanaman padi padi siap panen.

Ditanya berkait hal tersebut, salah seorang penyuluh pembantu Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Darsuki KJF menuturkan, saat memasuki MT I padi, untuk kawasan Pati selatan biasanya baru mulai melakukan persiapan tanam bagi yang mendapat suplai air dari jaringan irigasi Waduk Kedungombo. ”Sedangkan yang areal persawahannya masih tadah hujan, tentu menunggu turunnyan hujan, baru para petani turun ke sawah untuk menanam padi dengan sistem sawur tinggal,” ujarnya.

Hamparan tanaman padi para petani di Kecamatan Pati ini juga sudah siap untuk dipanen.

Dengan demikian, lanjutnya, untuk LTP seluas itu kebanyakan berlangsung di wilayah Pati utara. Di antaranya, di wilayah Kecamatan Tayu, Cluwak, Gunungwungkal, Dukuhseti, Margoyoso, Trangkil, Wedarijaksa, dan Kecamatan Tlogowungu. Selebihnya adalah Kecamatan Gembong, Margorejo, Gabus, Pati, dan sebagian kecil wilayah Kecamatan Jakenan.

Di sisi lain, untuk beberapa wilayah kecamatan sebagian Pati selatan, seperti Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, Jaken, dan Batangan, Juwana, pada bulan-bulan tersebut masih harus menghadapi musim kemarau. Sehingga, dalam kesempatan tersebut para petani memilih untuk menanam palawija, utamanya jagung.

Untuk realisasi LTP padi di Pati  bulan Oktober 2020  PDPS 1.720 hektare, November  PDPS mencapai  3.245 hektare, dan Desember di tahun yang sama PDPS 1.877 hektare. ”Dalam bulan Januari 2017 sampai PDPS panenan 582 hektare, sehingga dalam MT I padi sejak Oktober hingga sekarang Pati mempunyai LTP seluas 7.406 hektare,” tandasnya.