Mendidik Bukan Menghardik

0
145

Beberapa pasangan suami istri ada yang belum di karuniai anak walaupun sudah bertahun-tahun menikah.tentunya hal demikian membuat perasaan mereka sedih.berbeda dengan pasangan yang sudah memiliki keturunan.iya,karena anak adalah amanah dari allah yang harus kita rawat,kita jaga dan kita didik.

Kehidupan berumah tangga akan terasa lebih sempurna setelah kelahiran seorang anak.anak yang terlahir bayi mungil lama-kelamaan akan tumbuh menjadi kanak- kanak lalu kemudian beranjak remaja dan menuju dewasa.dalam proses tumbuh kembang inilah orang tua harus berhati-hati dari segi ucapan maupun tindakan.

Sering terjadi ketidak sengajaan orang tua emosi kemudian marah-marah melihat anaknya nakal atau melakukan kesalahan. akhirnya kata- kata kasarnya keluar, membentak anaknya bahkan mencubit atau memukul.perlu di ketahui bahwa satu kali bentakan bisa menghancurkan berjuta- juta sel otak anak.akhirnya anak kehilangan senyum manisnya dan terjadi jarak antara anak dan orang tua. Siapa yang di rugikan? Kita, orang tua sendiri kan? Kita mendidik ya bukan menghardik!

Kita harus tau cara mendidik anak yang baik.contoh saat anak usia tiga tahun ajari dia dengan mengucapkan kalimat tauhid yaitu dengan mengucapkan “laailahaillallah”.sehingga dia mulai belajar mengenal atau mengesakan tuhannya.pembelajaran itu memamg harus berasal dari kita sendiri sebagai orang tua.

Orang tua tidak boleh asal marah kepada anak tanpa menanamkan atau membekali mereka terlebih dahulu dengan sesuatu ilmu yang kelak dapat mereka jadikan tuntunan untuk proses perkembangan mereka.karena mereka belum tau tentang benar dan salah.terus bagaimana bila orang tua melihat anak berbuat salah?

1. Kita rileks dulu, jangan terburu- buru marah
2. Cari duduk permasalahannya
3. Tugas kita orang tua berikutnya adalah memberikan pengertian dan memberi pengarahan pada anak bahwa apa yang di lakukannya itu tidak benar.
4. Orang tua harus bisa mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa anaknya sehingga menjadi antisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali pada anak kita.

Pertumbuhan dan perkembangan anak-anak saat ini sangat berbeda dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di masa kita dulu.dan berbeda lagi dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di masa mendatang.kondisi sosial masyarakat dan kemajuan teknologi yang menjadi faktor pengaruhnya,

Hal yang berbahaya adalah dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin canggih sedangkan di rumah mereka tidak memiliki figur untuk di jadikan panutan, lalu di luar rumah dia menemukan kelompok,teman-teman, yang sesuai minat dan keinginannya,hobinya maka akan terjadi seperti kasus guru sambudi yang saat sidang dengan orang tua siswa,yuni kurniawan, bisa menjadi peringatan yang berharga dalam kita mendidik anak.

Salah satu kewajibab orang tua adalah memberi nama .maka berilah nama yang baik kepada anak-anak kita. Misal bila anaknya laki-laki jangan lupa awal nama di kasih nama ahmad atau muhammad.selain itu berilah nama yang mengandung makna yang baik. Karena nama yang baik itu merupakan doa dan harapan yang baik dari orang tua.insyaallah akan terealisasi yang baik juga tehadap diri nank-anak kita.

Selain mengajari mereka, tugas kita sebagai orang tua adalah memberi contoh atau menjadi panutan (teladan) bagi mereka misalnya yaitu dengan cara mengajak anak sholat berjama’ah. Kenapa saya contohkan sholat berjama’ah? karena di dalam sholat berjama’ah banyak nilai yang bisa kita tanamkan. Di antaranya kebersamaan,kepatuhan,kebersihan, kasih sayang dan kedisiplinan.Jadi kesannya kita orang tua tidak hanya menggurui terhadap anak,tetapi belajar bersama- sama dengan mereka. Hal itu akan membuat anak lebih enjoy dan rileks. Karena dia tidak merasa di suruh belajar.istilahnya sambil menyelam minum air ya ayah,bunda.

Kita biasakan bercerita yang baik pada anak.apalagi saat menjelang anak tidur itu momen yang takkan tergantikan. Karena memori anak akan selalu teringat bahwa dulu selalu di kasih cerita sama ayah sama bunda saat mau tidur,yang tentunya secara tidak langsung akan tertanam benih-benih keteladanan. Misal dari cerita keteladanan nabi muhammad, cerita bawang merah bawang putih,dan cerita cerita yang lain yang mengandung hikmah.

Saat masuk atau keluar rumah biasakan anak untuk mengucapkan salam dan berpamitan kepada penghuni rumah yang lain. Sehingga hal itu akan terbawa sampai dia dewasa.dia tidak akan pergi begitu saja tanpa meminta ijin.Penanaman-penanaman seperti itu bila tidak di tanamkan sejak dini lalu kapan lagi kita biasakan. Sedangkan usia anak akan terus tumbuh dan berkembang.padahal pergaulan di luar sana mungkin lebih bisa di katakan extrim kalau kita tidak membentengi anak-anak kita dengan pembiasaan yang baik di rumah.

Rasulullah bersabda: “perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk itu seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api”.bila anak kita berkawan dengan teman atau lingkungan yang positif maka efek yang di bawanya akan baik kelanjutannya.tapi bila teman atau lingkungan yang di pergauli itu buruk maka akan menjadi semakin rusak akhlaknya.

Jangan jauhkan antara ibu dan anak. Karena di zaman sekarang banyak ibu yang bekerja ke luar negri menjadi TKW untuk membantu memperbaiki perekonomian keluarga. Sehingga hal itu membuat kondisi fisik dan psikis anak jauh dari ibu. Padahal kita tahu peran yang pertama dan utama menghadapi anak itu adalah ibu. Walaupun mungkin saja bisa di gantikan oleh ayah,tetapi outputnya akan berbeda.

Berusahalah untuk selalu menepati janji pada anak. Karena secara tidak langsung anak akan menginspirasi atau meneladani dari tingkah laku kita sehari-hari. Suatu saat bila dia punya janji maka dia akan teringat oh ya, dulu waktu ayah, ibu berjanji sama aku selalu di tepati. Jadi aku nggak boleh ingkar janji,itu yang tertanam di kepalanya.Begitu pula dengan berkata yang jujur otak mereka juga akan merekamnya menjadi sebuah file yang akan terus terbawaa dan diingat oleh anak.

Saat kita punya rezeki lebih ajak anak untuk bershodaqoh pada anak yatim, tetangga yang kurang mampu,janda-janda yang sepuh(tua) sehinngga hal itu bisa menginspirasi dia ketika nanti dia sudah dewasa. Dia akan ingat atau ikut merasakan apa yang di rasakan orang lain yang hidup di bawah garis kekurangan.karena hal seperti itu bisa melembutkan hati anak. Menjadi anak yang santun dan rendah hati.

Sebagai orang tua apalagi yang di karuniai anak lebih dari satu. Misal dua, tiga atau empat dan seterusnya. Hendaknya kita harus bisa bersikap adil. Walaupun arti kata adil itu tidak selalu sama.hendaknya kita bisa memberikan pemahaman misal saat kita menggendong si bungsu yang sedang panas. Maka kita beri pengertian ke si sulung bahwa adek butuh pertolongan ibu dan kakak karena sedang sakit. Sehingga tidak terjadi kecemburuan antara mereka. Kalau perlu kita libatkan mereka sehingga mereka ikut merasakan mengurus saudara yang sakit.

Ridha allah tergantung ridha orang tua. Maka kita sebagai orang tua harus belajar untuk selalu ridha terhadap anak. Jangan lupa untuk selalu mendoakan untuk kelembutan hati dan keberhasilannya.Bila kita orang tua selalu mensupot anak dengan energi positif maka efek yang di timbulkan insyaallah akan positif.karena allah itu menurut sangka hambanya. Bila kita sangka positif maka hasilnya akan positif pula.

Memperkenalkan anak kepada sanak saudara itu juga hal penting. Karena apabila dia mengenal siapa saja keluarganya,mana yang mahramnya mana yang bukan dia akan belajar menganal hal tersebut. Selain itu dia akan mengenal adab, bagaimana kalo bertemu dengan orang yang lebih tua bagaimana, kalo ketemu dengan sebaya, bisa bermain bersama, dia akan merasa senang.

Ajarkan anak untuk menutup aurat. Kita coba beri pengertian kalo anak kita perempuan kita kasih pengertian sampai mana batasan-batasan aurat anak perempuan yang boleh di perlihatkan dan mana yang harus di tutupi. Kita bisa latih dengan membelikan baju yang modelnya menutup aurat.walaupun sifatnya masih pada taraf belajar tidak apa apa ya. Mungkin pertamanya mereka komplain gerah lah, panas. Akan tetapi nanti lama kelamaan juga akan terbiasa.

Buat ibuk-ibuk yang punya anak laki-laki dan perempuan,usahakan buatkan kamar sendiri-sendiri. Ini di maksudkan agar tidurnya terpisah ya buk. Karena hal ini akan melindungi anak kita kelak dari nafsu terhadap lawan jenis.lalu kita ajarkan pada mereka antara perbedaan laki-laki dan perempuan seperti apa. Sehingga mereka faham tentang perbedaan itu.

Mungkin ketika kita mengajari anak laki- laki akan berbeda dengan saat kita mengajari anak perempuan ya, maklum karena anak laki-laki cenderung cuek. Berbeda dengan anak perempuan yang lebih halus perasaannya.Jadi mereka lebih mudah untuk kita arahkan. Namun jangan kuatir keduanya pasti punya keunikan sendiri- sendiri yang bisa jadi pelipur lara buat kita orang tua.

Kadang kala kita temukan keisengan mereka,kejahilan mereka atau rengekan mereka itu semua adalah bumbu kita saat mendidik dan membimbing mereka.hal itu yang kadang membuat kita tidak menyadari bahwa mereka sudah tumbuh, berkembang lebih gede(besar) dari bulan atau tahun kemaren.Itulah proses yang harus kita lalui hari demi hari, bulan berganti bulan bahkan tahunpun berlalu.Mungkin yang dulu dalam gendongan sekarang sudah gantian bisa membonceng kita pake motor.

Anak tidak hanya menjadi modal kita di akhirat saja. Akan tetapi anak juga menjadi modal kita di dunia. Karena satu kesalahan yang fatal kita lakukan , maka hal itu akan berakibat kerepotan yang menimpa kita sendiri, ibaarat senjata adalah bumerang. Yang akan kembali mengenai pemiliknya sendiri.

Marilah kita senantiasa menanamkan di hati kita bahwasannya anak itu adalah karunia dari Allah SWT yang nantinya kita akan diminta pertanggungjawaban atas pendidikan,bimbingan dan arahan kita terhadap anak kita di akhirat kelak.Karena apa? Karena ibarat menanam benih maka kelak kita sendiri yang akan mengunduhnya. Jadi apa yang kita tanam itulah yang akan kita unduh.

Oleh: Suci Ariyani, S.Pd.I ( Guru SDN Sumberrejo)