Kepala DLH Angkat Bicara Terkait Insiden Tambang Karst Sukolilo

0
31
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Purwadi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Purwadi angkat bicara terkait tambang batuan karst di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo baru-baru ini yang memakan korban. Dimana tambang karst tersebut longsor hingga akhirnya memakan korban jiwa.

Purwadi mengatakan terjadinya insiden longsor tambang batuan karst yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang itu lantaran ada penyebabnya. Hal ini dengan melihat keselamatan kerja oleh pelaku tambang.

“Abainya pemrakarsa atau pelaku penambangan itu sendiri terhadap ketentuan-ketentuan teknis, misalnya terkait cara penambangan yang selalu menyisakan lereng terjal,” kata Purwadi kepada Saminnews, Rabu (29/12/2020).

Menurut informasi yang dihimpun Saminnews, kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (24/12/2020), dengan menyebabkan satu orang tewas dalam kejadian longsor karst itu. Diketahui, korban merupakan sopir di area pertambangan.

Pihaknya melanjutkan, terkait insiden longsor tambang karst di Sukolilo itu, bahwa faktor perhatian terhadap pekerjaan tambang yang tidak mematuhi aturan tersebut bisa membahayakan penambang. Juga, kemungkinan selain faktor manusia juga bisa terjadi faktor alam.

“Faktor alamiah itu sendiri, yaitu misalnya labilnya struktur tanah/batuan,” sebut Purwadi.

Untuk itu, dia diminta bagi para pelaku kegiatan tambang untuk melaksanakan penambangan sebagaimana peraturan yang berlaku. Yakni dalam dokumen UKL-UPL dan SOP penambangan.

Sementara itu, Kapolsek Sukolilo, Iptu Suyatno mengatakan bahwa kecelakaan longsor tambang karst disebabkan lantaran adanya faktor tak terduga. Dimana sebelumnya ada getaran pada mesin tambang yang mempengaruhi kontur tanah, hingga longsor.

“Longsoran tambang batuan karst tersebut terjadi karena getaran yang ditimbulkan oleh ekskavator yang ada di area tambang itu sendiri,” jelasnya.