Letih Luar dan Dalam Sudah Menjadi Teman Akrab Bagi Tim Pemakaman Covid-19

0
63

Berbulan-bulan dengan tiap hari hampir menghabiskan sebagian waktunya di kuburan dan kadang-kadamg harus menunggu kedatangan jenazah yang dibawa ambulans dari rumah sakit juga kadang-kadang sampai berjam-jam, maka  siapa pun dan sesabar apa pun kalau orang diharuskan menunggu di kuburan, tentu bukan rasa nyaman yang didapatkan, apalagi jika waktu menunggu itu berlangsung pada malam hari. Itulah kondisi yang sering dihadapi Tim Pemakaman dengan protokol Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pati. Sehingga  kelelahan secara fisik maupun kelelahan berpikir dalam menyikapai kondisi di tengah situasi pandemi Covid-19 tentu juga memaksa personel anggota tim tersebut dilanda kebosanan, ditambah kejenuhan secara psikis karena kadang-kadang di suatu Tempat Pemakaman Umum (TPU) tempat dimakamkannya jenazah hari itu sering juga muncul cemoohan masyarakat yang sampai saat ini bahwa pandemi Covid-19 itu penuh dengan kebohohongan.

Pernah suatu saat usai pemakaman di salah satu wilayah kecamatan di Pati selatan, ketika hendak keluar dari TPU menuju ke kendaraan tim yang parkir sedikit agak jauh tentu harus berjalan kaki secara bersama-sama, tapi ketika bertemu sekelompok warga yang sebenarnya hanya menonton pemakaman dari kejauhan, tiba-tiba satu orang di antara mereka pun nyeletuk dan cukup jelas didengar oleh seluruh anggota tim yang biasanya berangkat dalam jumlah satu regu. Yakni, selesai pemakaman ini orang tersebut menyatakan, bahwa anggota tim pemakaman ini langsung  bisa mencairkan dana melalui transfer sebesar Rp 40 juta, sehingga bisa menyatakan hal seperti itu tentu ada pihak yang membisiki, maka untuk memnghilangkan rasa lelah dan kejenuhan menunggu, salah seorang tim ini pun memilih tidur agar tidak mendengar suara sumbang orang-orang yang biasa hanya menonton atau melayat di luar pagar makam tapi sering mencela, seolah-olah tim pemakaman ini yang mempunyai kewenangan untuk memakamkan jenazah dengan standar protokol Covid-19.

(Foto:SN/aed)