Penyaluran BSNT Sejak Awal Hingga Akhir Diharapkan Maksimal

0
17
Kepala Bidang Penanganan Sosial dan Penanggulangan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Pati, Tri Haryumi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sesuai jadwal penyaluran Bantuan Sosial Nontunai (BSNT) Jawa Tengah kepada para kelompok penerima manfaat (KPM) yang dimulai Minggu (5/10) s/d Minggu (11/10) nanti benar-benar maksimal. Dengan demikian, sejak awal penyaluran hingga berakhirnya nanti diharapkan tidak muncul kendala, sehingga KPM benar-benar bisa menikmati bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tersebut.

Karena itu, semua pihak yang sudah ditetapkan atau ditunjuk sebagai penyedia komponen barang yang harus disalurkan, baik itu beras dan lauk-pauk agar benar-benar maksimal. Sehingga beras yang menjadi bagian komponen barang yang dibantukan itu harus kualitas premium dengan harga per kilogram Rp 10.500, dan juga lauk-pauknya tidak harus dalam bentuk ikan kalengan atau sarden.

Misalnya, ungkap Kepala Bidag Kabid Penanganan Sosial dan Penanggulangan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Pati, Tri Haryumi, untuk lauk pauknya berupa ikan kering asal kualitasnya bagus, jika harus dikonsumsi para KPM tentu lebih berharga. ”Apalagi, jika beras premium ditopang dengan ikan kering, ada kecap itu benar-benar sangat bermanfaat jika dikonsusi,”ujarnya.

Dengan kondisi komponen yang serba layak, lanjutnya, maka pihaknya pun sangat berterima kasih kepada pihak penyedia barang, karena hal itu sama saja bantuan benar-benar sangat layak untuk diterima. Sedangkan jika satu dua masih ada yang belum maksimal, pihaknya tetap minta agar penyedia barang tersebut segera menggantinya sehingga dalam penilaian masih ada kesempatan untuk ikut melanjutkan pengadaan dan penyalurannya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan penyaluran BSNT berkait dengan kualitas komponen barangnya, sehingga perlu ditekankan sekali lagi. Yakni, dalam memenuhi komponen lauk-pauk tidak ada keharusan ikan dalam kaleng atau sarden, sehingga ikan kering kalau kualitasnya bagus juga sudah pasti layak dikonsumsi.

Akan tetapi jika untuk komponen beras, maka meterial tersebut harus berupa beras dengan kualitas premium, sehingga dengan kualitas beras itu jika ditanak dengan disediakan lauk-pauk apa pun tetap enak dirasakan. ”Dengan demikian, bagi pihak penyedia barang bila ada kedapatan yang tidak bagus hendaknya segera melakukan penggantian, dan jangan sampai ditunda-tunda,”tandas Tri Haryumi.