Proyek Sitem Penyediaan Air Minum di Juwana Sudah Capai 50 Persen Lebih

0
16
Lubang galian untuk paket pekerjaan perpipaan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Warga di wilayah Kecamatan Juwana yang selama ini sebagai konsumen terbesar dalam hal kebutuhan air minum dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening, ke depan tentu akan bisa lebih maksimal dalam memenuhi kebutuhannya itu. Sehingga pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat saat ini membangun fasilitas perpipaan yang menelan biaya lebih dari Rp 8 miliar.

Saat ini, rekanan pemenang tender proyek tersebut tengah melaksanakan pekerjaan itu secara maksimal dengan memasang jaringan pipa baru cukup maksimal. Mengingat ukuran pipa yang dipasang cukup besar mencapai diameter 20 cm, maka kedalaman lubang untuk menempatkan/menanam pipa tersebut mencapai 150 cm sehingga akan tetap aman karena tidak akan mudah tergaruk jika ada penggalian tanah di lokasi tersebut dengan kedalaman 100 – 125 cm.

Karena itu, tutur salah seorang pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Eddy, pihaknya kini terus memaksimalkan penanaman/pemasangan pipa tersebut agar bisa cepat tuntas. ”Masalahnya, galian tanah dari kedalaman 150 cm meter tersebut tentu volumenya cukup besar sehingga harus bisa diturunkan dan dipadatkan kembali sampai batas permukaan aslinya, yaitu jalan raya,”ujarnya.

Pipa untuk jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang harus segera ditanam di pinggir jalan raya mulai dari Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa ke Juwana lewat Desa Langgenharjo, Bakaran Kulon, Bakaran Wetan, Dukutalit, serta Growong Kidul.

Dengan demikian, lanjutnya, untuk menghindari agar para pengguna jalan atau warga pemilik rumah yang bagian depannya terhalang gundukan tanah galian bisa secepatnya dituntaskan. Akan tetapi, panjang seluruh pemasangan jaringan pipa Spam tersebut seluruhnya mencapai 4,4 kilometer lebih dimulai dari Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa hingga Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana.

Mengingat penanaman/pemasangan pipa itu berlangsung di pinggir jalan raya, maka begitu hasil galian tanah sudah maksimal langsung diikuti dengan pemasangan pipa yang sudah pasti harus dilakukan penyambungan. Untuk pekerjaan ini memang sedikit memakan waktu, karena harus memperhatikan antara sambungan pipa satu dan satunya benar-benar maksimal.

Jika dipastikan tidak akan memunculkan terjadinya kebocoran air setelah nanti difungsikan, maka pipa yang selesai disambung langsung ditanam/diuruk kemudian lubang ditutup dan dipadatkan. ”Dengan pola  ini, kami saat ini sudah bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut sebesar 50 persen lebih, sehingga dalam menyelesaikan sisanya tidak menghadapi banyak kendala,”imbuhnya.