Nera ”Srikandi” yang Selalu Pimpin Pemakaman Strandar Protokol Covid-19 BPBD Kudus

0
124
Koordinator Pemakaman Standar Protokol Covid-19 BPBD Kudus, Nera.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jarang seorang pimpinan sebuah lembaga Aparatur Sipil Negara (ASN)  mempercayakan tugas yang tidak semestinya kepada personel perempuan bawahannya. Yakni, sebagai Koordinator Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.

Akan tetapi, personel perempuan yang mendapat tugas tersebut, ternyata mampu dan maksimal sebagai ”Srikandi” yang bergerak lincah di medan pemakaman, yaitu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setiap desa yang harus memakamkan warganya dengan standar protokol tersebut. Siapa lagi, perempuan yang bersangkutan jika tidak, Nera, demikian dia disapa sehari-hari.

Ditanya berkait kepercayaan yang diberikan pimpinan, paparnya saat harus mengantar dan memakamkan jenazah warga Desa Wegil, Kecaatan Sukolilo, Pati bersama tim dari BPBD Kabupaten Pati, Jumat (16/10) kemarin, karena latar belakangnya, dia pernah bekerja di salah sebuah RS swasta di Pati. ”Barangkali karena latar belakang ini, kami dinilai bisa melaksanakan tugas dalam pemakaman di tengah-tengah situasi masa pandemi Covid-19,”ujarnya.

Sedangkan dia sendiri, lanjutnya, baru bergabung dengan BPBD Kabupaten Kudus sekitar satu tahun lalu, dan sudah harus berkutat melaksanakan pemakaman jenazah stadar protokol Covid-19 bersama satu regu yang benar-benar murni sebagai relawan. Dalam struktur pelaksanaan tugas tersebut, dia harus bekerja sama dengan koordinator lapangan, mengingat posisinya sebagai perempuan dia mendapat prioritas tidak melaksanakan pemakaman di malam hari.

Dengan demikian, pemakaman jenazah yang sejak April hingga sekarang sudah sebanyak 370 yang siang hari dia memang memgambil bagian pada pemakaman di siang hari. Bahkan pada puncaknya pernah dalam sehari harus melakukan pemakaman sampai 6 kali, sehingga akhirnya hal itu harus berlangsung hingga subuh dinihari.

Mengingat kondisi tersebut, maka selain relawan yang sudah menjadi bagian dari tugasnya sehari-hari saat ini, maka bila harus ada pemakaman jenazah dengan standar protokol Covid-19 pada Sabtu dan Minggu, datang bantuan relawan lainnya. ”Relawan ini kebanyakan dari Pemuda Ansor dan juga dari Nahdlatul Ulama (NU),”imbuh Nera.