Menghadapi MT I; Pati Dipastikan Mendapat Penambahan Alokasi Pupuk

0
64
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Muhtar Effendi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Menghadapi datangnya musim tanam (MT) I untuk tanaman padi yang biasanya mulai dilakukan Oktober 2020 dan Maret tahun mendatang (2021) atau yang lazim disebut MT Ok-Mar, Kabupaten Pati, dipastikan akan mendapat tambahan alokasi pupuk. Akan tetapi berapa banyak tambahan tersebut, sampai saat ini tentu masih dihitung oleh pihak penyedia pupuk yang bersangkutan, baik dari PT Pusri maupun PT Pupuk Indonesi.

Akan tetapi dipastikan, bahwa di seluruh Jawa Tengah yang terdiri dari 35 kabupaten/kota, penambahan pupuk tersebut disebut-sebut mencapai 164.000 ton, sehingga bisa dirata-rata paling tidak tiap kabupaten/kota mendapat alokasi tambahan sekitar 5.000 ton. Hanya saja, hal itu tidak bisa dihitung dengan rata-rata karena antara kabupaten/kota satu dan lainnya, untuk areal luas tanaman padi para petani berbeda.

Dengan demikian, papar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Muhtar Effendi antara kabupaten/kota yang areal tanaman padinya tidak seluas Kabupaten Pati tentu penambahan alokasi pupuknya berbeda. ”Dengan kata lain, tambahan alokasi pupuk untuk para petani dalam MT I ini tentu harus lebih banyak mengingat alokasi areal tanaman padinya juga lebih luas,”ujarnya.

Lingkungan Gudang Persediaan Pupuk Pusri di Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati.

Karena itu, lanjutnya, agar alokasi penambahan pupuk di Jawa Tengah dalam menghadapi MT I padi sebanyak itu jika bisa segera dialokasikan, berapa penambahan untuk masing-masing kabupaten/kota, maka pihaknya juga bisa menyusun alokasinya. Paling tidak, harapannya agar pembagian alokasi penambahan tersebut antara Kabupaten Pati dan kabupaten lainnya jangan disamakan.

Sebab, luas areal tanam padi di Pati pada MT I itu biasanya terbagi dalam dua tahap, di mana tahap pertama antara Oktober s/d November dan tahap kedua antara Desember hingga Januari tahun berikutnya. Akan tetapi untuk membagi alokasi jumlah kebutuhan pupuk tersebut dasarnya tetap Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Berdasarkan ketentuan tersebut, pada tahap awal tanam MT I ini cakupan luas areal tanam padi petani mencapai lebih dari 22.000 hektare, disusul tahap berikutnya tidak kurang dari 20.000 hektera. ”Dengan demikian, Pati akan memasuki musim panen mulai Februari dan panen raya antara Maret hingga April, sudah disusul dengan persiapan MT II,”imbuhnya.