MAN 1 Pati Terima Bantuan Kuota Internet Gratis

    0
    22
    Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati, Mohammad Qodri.

    SAMIN-NEWS.com, PATI – Bantuan kuota internet gratis dari Pemerintah melalui Kemendikbud telah disalurkan kepada penerima. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau metode belajar dari rumah.

    Peserta didik dan tenaga pendidik dapat menyampaikan nomor ponsel yang didaftarkan dan cek operator sekolah untuk memastikan nomor telah terdaftar dan aktif. Diantaranya yang mendapat bantuan ini, praktis mulai dari pelajar, mahasiswa, guru maupun dosen yang nomornya telah didaftarkan.

    Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati, Mohammad Qodri mengatakan sejauh ini, madrasah telah menerima bantuan kuota internet gratis. Seterusnya, kuota itu diaplikasikan dalam pembelajaran daring yang digunakan sekolah pada umumnya.

    “Sampai sejauh ini baru kita dapatkan  kartu perdana/ kuota dari telkomsel dan xl,” ujar Qodri saat dihubungi via seluler kepada Saminnews, Selasa (27/10/2020) hari ini.

    Jumlah bantuan kuota internet gratis itu sesuai jumlah murid dan guru yang telah didaftarkan beberapa waktu lalu. Dan untuk saat ini sudah tersalur kan semuanya. Karena, pemerintah bekerjasama dengan beberapa operator seluler, maka pihaknya mengaku ada dua jenis kartu Internet yang diterima oleh madrasah.

    “Nggih sampun disalurkan semua, untuk jumlahnya sendiri yang telkomsel, kita terima kurang lebih 200-an. Jumlah dari telkomsel 10 GB serta kartu Xl sebesar 35 GB,” tambah Qodri.

    Dengan demikian, salah satu masalah pembelajaran online (daring) yang dikeluhkan masyarakat tentang besarnya biaya internet telah teratasi meskipun lambat dalam realisasi. Juga, menjadi pendukung kebijakan Mendikbud terkait masih diterapkannya metode baru bagi mayoritas lembaga pendidikan ini.

    Bantuan internet gratis ini dinilai bisa efektif, pasalnya saat ini memang dalam kondisi yang riskan jika pembelajaran tatap muka. Namun juga perlu diingat, penyelenggara pendidikan di bawah juga perlu diajak untuk berdiskusi terkait efektivitas pembelajaran daring, bukan hanya efektivitas penyaluran kuota. Juga apakah dari situ bisa meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).