Slamet Pemilik Puluhan Ekor Kambing Berharap Bisa Nebeng di Desa Tetangga

0
88
Slamet (60) pemilik puluhan ekor kambing piaraan, warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus saat menggembalakan kambingnya di desa tetangga, Sidomulyo juga di wilayah kecamatan yang sama.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Begitu mengetahui bahwa tempat sekitar penggembalaan kambing piaraan miliknya, tengah dipersiapkan untuk ”istana” kambing-kambing piaraan warga lainnya, dalam hati Slamet (60), warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, bertanya, kira-kira bisa tidak ya warga desa lain untuk ikut menempatkan kambingnya di lokasi tersebut. Karena itu, lelaki yang pekerjaan utamanya adalah beternak kambing tersebut nanti akan bicara secara pribadi dengan pihak kepala desa maupun pihak lain yang diserahi tugas untuk mengelola.

Sebab, dia menyadari benar, jika yang hendak membuat sentra kandang kambing tersebut adalah pemerintahan Desa Sudimulyo juga di Kecamatan Jekula. Dengan demikian, kambing seluruh warga desa setempat akan dipindahkan dari kandang-kandang yang ada di lingkungan rumah warga pemelihara hewan piaraaan itu ke pusatnya, yaitu di areal tanah lapang jauh dari pemukiman penduduk.

Saat ini, ungkap Slamet, lahan persawahan itu sudah dipersiapkan dengan diuruk menggunakan tanah uruk hasil galian dari normalisasi alur kali di Desa Sidomulyo, sehingga jika nanti sudah siap maka pasti kandang kambing massal itu akan segara dibuat. ”Justru dengan maksud dan tujuan pihak pemerintahan desa yang cukup baik ini, tentu membuat kami merasa tidak enak,”ujarnya.

Lahan milik Desa Sidomulyo, Kecamatan Jekulo, Kudus yang sudah dipersiapkan untuk setra kandang kambing milik warga setempat.

Sebab, lanjutnya, dia adalah warga Desa Pladen yang memang berbatasaan dengan Sidomulyo, tapi sehari-hari jika menggembala kambing justru lebih banyak dilakukan di Sidomulyo, sehingga saat berangkat maupun pulang memang melintas di jalan desa tetangga ini. Dengan demikian, jika nanti semua ternak kambing warga sudah terpusat menjadi satu kandangnya, tentu dia tinggal sendirian menggiring kambing piarannya dari tempat penggembalaan ke rumah maupun sebaliknya.

Karena itu, jika nanti memang diizinkan bisa ikut bergabung menjadi satu maka dia tidak harus lagi hilir mudik Pladen-Sidomulyo bersama puluhan ekor kambing miliknya. Jika saat ini kambing-kambing ini tinggal sedikit, karena waktu Idul Adha dulu sudah banyak yang dijual, ada kalau sekitar 50 ekor sehingga sejarang tinggal 23 ekor.

Kendati demikian, dari sisa kambing yang masih ada ini kalau digembalakan ke kawasan areal persawahan dan harus lewat jalan desa jumlahnya kelihatan masih banyak. ”Mudah-mudahan nanti kami diizinkan ikut memanfaatkan kandang untuk kambing itu secara bersama-sama, dan bagiamana ketentuannya kami pun mengikuti saja,”imbuh Slamet.