Signal Jaringan Internet Masih Dikeluhkan Siswa Saat Belajar Daring

0
22
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Sunoto

SAMIN-NEWS.com, PATI – Signal tidak memadai untuk kegiatan belajar online oleh siswa masih menjadi gangguan. Sebab, kondisi ini letak tempat tinggal siswa dengan penyediaan fasilitas jaringan provider masih minim. Khususnya dirasakan ketika mengikuti belajar online lantaran saat ini masih belum boleh dibuka kembali aktifitas belajar di sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Sunoto mengungkapkan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama ini yang dijalankan oleh satuan pendidikan pada masa pandemi dalam kondisi seperti ini masih terdapat kendala yang dialami. Hal itu didapat dalam pelaksaan proses monitor dan evaluasi (monev) ke beberapa tempat sekolah.

“Sekolah-sekolah kami survey apakah sudah menjalankan protokol kesehatan secara aktif atau sebaliknya belum dilakukan. Hal ini karena pada masa pandemi perlu dilakukan tata aturan medis tersebut,” katanya kepada Saminnews, Rabu (26/8/2020).

Program protokol kesehatan (prokes) diantaranya jumlah pegawai ataupun tenaga didik yang dijadwalkan untuk piket. Dengan sesuai ketentuan setengahnya dari jumlah yang piket. Setengah menjalankan tugasnya melalui work from home (wfh) dan sebagiannya lagi piket untuk work from Office (wfo).

Dalam kesempatan monev tersebut, pihaknya memastikan kegiatan belajar mengajar oleh satuan pendidikan. Serta siswa kami chek apakah ada kendala yang dirasakan selama belajar dari rumah. Kendala ini yang kita pantau untuk dilakukan proses evaluasi selanjutnya, imbuhnya.

“Kendala mereka beberapa yang dikeluhkan lantaran sinyal jelek/nol, yang jelas secara psikologis siswa¬† pengin segera pembelajaran dengan suasana tatap muka lebih normatif/normal. Tapi inikan, cuma belum boleh dilakukan. Ini berdasarkan nota dinasnya provinsi s/d 18 September penerapan PJJ,” jelasnya.

Dengan kendala yang dihadapi oleh siswa, pihaknya mengemukakan solusi untuk dilakukan, yaitu dengan beberapa tim guru datang ke lokasi siswa dan beberapa siswa boleh dilayani di dalam sekolah atau bisa gabung teman terdekat. Dalam hal pemenuhan kuota, Ia mengatakan sudah dibantu dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun program kuota yang murah atau free, tutupnya.