Edaran Bupati Pati terkait TPQ, Tuai Reaksi

0
33
Kondisi TPQ yang boleh mengajar murid di daerah masing-masing.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Beberapa waktu lalu Bupati Pati mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 451.4/1679 tertanggal 20 Juli 2020. Surat tersebut berhubungan dengan penghentian kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), karena alasan pandemi Covid-19 di Pati yang masih belum berhenti.

Atas keluarnya surat edaran itu, timbul berbagai respon-reaksi di tengah masyarakat. Alasannya sendiri tentu dari tafsiran masing-masing pihak dalam menyikapi kebijakan oleh pemerintah. Hal ini memicu di tengah upaya penanganan merebaknya Covid-19 di Pati, justru muncul masalah baru terhadap tata aturan terkait TPQ.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pati Muhammad Asnawi menyampaikan bahwa aturan pemerintah yang tertuang dalam SE Nomor 451.4/1679 tertanggal 20 Juli 2020 punya pertimbangan tersendiri. Tentu dari hasil evaluasi atas perkembangan yang terjadi di daerah setempat.

Tujuan pemberlakuan aturan sepertinya sudah jelas. Hanya penutupan sementara tentunya juga dievaluasi. Hal itu dengan melihat grafik perkembangan covid 19,” katanya saat dikonfirmasi Saminnews, Senin (27/7/2020).

Hal itu menurutnya SE tidak serta merta dikeluarkan oleh pemerintah. Sebelumnya juga dikoordinasikan dengan yang lainnya. Bahwa tujuan SE itu adalah tak lain merupakan upaya pemerintah dalam melindungi segenap warga. Tentunya, harus bisa dilihat secara luas dibaliknya.

“Sebagaimana rapat koordinasi hari jumat kemarin di pendopo. Sepenuhnya kebijakan bupati adalah untuk menjaga dan melindungi warganya. Semoga (SE Nomor 451.4/1679) tidak ditafsiri dengan nada negatif,” harap Asnawi.

Akan tetapi, untuk diketahui bahwa pelajar TPQ hanya diikuti oleh anak-anak pada desa masing-masing. Satu sama lain telah mengenal. Bahkan, riwayat perjalanan pun tahu darimana. Itu merupakan faktor kedekatan personal anggota masyarakat desa yang homogen.

“TPQ hanya diikuti oleh anak-anak di kampungnya masing-masing, sehingga penularan covid-19 bisa di kontrol. Tidak semua desa berada pada peta merah persebaran covid-19, ada yang hijau pula. Kebanyakan desa satu sama lain saling mengenal. Darimana, kegiatannya, dan anak paling main di tetangganya,” ucap Masruroh guru TPQ di Karangsari.