Kehabisan Persediaan,Penjual Janur di Pati Mendatangkan dari Luar Kota

0
35

SAMIN-NEWS.com, PATI – Semarak Lebaran tahun 2020 M atau Hari Raya Idul Fitri 1441 H terus berlanjut dengan tradisi makan ketupat yang telah berlangsung sejak zaman dahulu. Tradisi yang biasa orang Jawa sebut “Kupatan” tersebut dimanfaatkan oleh pedagang untuk menjual janur, yang merupakan bahan utama membuat anyaman ketupat.

Di Pasar Ngablak misalnya, para penjual janur musiman berjajar merangkai janur ketupat untuk dijajakan kepada masyarakat yang akan merayakan kupatan bersama keluarga.

“Iya meskipun begitu, janur ini bukan dari sini (kawasan desa Ngablak), tapi didatangkan dari kota lain, dari Purwokerto dan Purbalingga,” kata penjual Janur, Rini kepada Saminnews, Rabu (27/5/2020).

Pasar Ngablak, para penjual janur musiman berjajar merangkai janur ketupat.

Janur-janur itu didrop di Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Pati dari Provinsi Jawa Barat itu ke Pati beberapa hari lalu. Dengan minimal mengambil 5 ribu lembar janur. Yang kemudian, dijual dengan harga 50 ribu per ikat dengan isi 25 lembar janur, paparnya.

Meski pandemi covid-19 yang melanda di beberapa daerah di Indonesia, tetap tak membuat animo masyarakat untuk merayakan lebaran kupat turun. Mereka ramai membeli janur untuk membuat ketupat di rumah.

“Ya hamdalah, meski sekarang ada covid-19. Tapi semangat mereka masih sama ketika hari normal, Mulai pagi hingga sore hari bisa terjual hampir 5 ribu lembar janur,” tambah dia.

Rini sebagai orang setempat juga mengatakan, khususnya di wilayah Cluwak sendiri untuk persediaan janur kurang memadai. Jadi, untuk mencukupi kebutuhan janur untuk bahan utama ketupat dan lepet itu diambilkan dari luar kota, tandasnya.