Cari Makan Sahur, Pemuda di Pati Diduga Dianiaya Gerombolan Tongtek

SAMIN-NEWS.com Seorang pemuda menjadi korban dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang saat hendak mencari makan sahur di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Korban berinisial M.A.S (19), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Saat kejadian, ia bersama dua rekannya, G.D.S (20) dan L.A.O (17), berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mencari warung makan sahur.

Peristiwa bermula saat mereka melintas di Jalan Desa Ngagel, tepatnya di sekitar Perempatan Mantri Yono. Di lokasi tersebut, mereka berpapasan dengan sekelompok orang yang sedang melakukan kegiatan tongtek atau membangunkan warga untuk sahur.

“Benar, Unit Reskrim Polsek Dukuhseti telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Desa Ngagel,” ujar Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri.

Menurut keterangan korban, saat berpapasan dengan rombongan tongtek tersebut, salah satu orang diduga berteriak menyebut asal korban. Tak lama kemudian beberapa orang dari rombongan itu mencoba melakukan pemukulan.

“Berdasarkan keterangan pelapor, ada sekitar enam orang yang mencoba memukul korban, bahkan ada yang membawa tongkat kayu. Namun pukulan tersebut tidak mengenai korban karena mereka berusaha menghindar,” jelas AKP Ali Mashuri.

Korban bersama dua rekannya kemudian berusaha menghindar dengan menambah kecepatan sepeda motor. Namun setibanya di sekitar lokasi cucian mobil, mereka dihadang sepeda motor PCX merah yang berhenti di tengah jalan.

“Pada saat itu, ada seseorang yang juga berusaha memukul korban namun tidak mengenai. Kemudian seorang pria yang mengenakan jaket hitam melempar batu yang mengenai wajah korban,” kata AKP Ali Mashuri.

Tidak hanya itu, sepeda motor Vario yang berada di belakang motor PCX juga diduga ikut menghadang hingga menyenggol kendaraan korban. Akibatnya korban bersama dua rekannya terjatuh di jalan.

“Setelah korban terjatuh, salah satu saksi berteriak kepada kelompok tersebut sehingga rombongan itu kemudian pergi meninggalkan lokasi,” lanjutnya.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi, mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, foto luka, serta video terkait kejadian. Polisi juga mengimbau masyarakat agar kegiatan membangunkan sahur dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan konflik.

Previous post Pemkab Pati Berangkatkan 16 Bus Mudik Gratis untuk Warga
Next post Gara-gara Blayer Truk, Sopir Muda di Pati Dikeroyok Empat Pemuda

Tinggalkan Balasan

Social profiles