SAMIN-NEWS.com – Rencana pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati, tepatnya di Dusun Beran, menuai protes dari sejumlah warga pada Selasa, 6 Januari 2026. Penolakan tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan warga beradu argumen dengan anggota Koramil Pati Kota di lokasi pembangunan.
Salah satu warga, Abdul Jabar, menjelaskan bahwa pembangunan KDMP direncanakan di atas lapangan desa yang selama ini masih aktif digunakan masyarakat untuk berolahraga.
Selain itu, warga juga khawatir pembangunan tersebut akan menggusur kios-kios yang berada di sekitar lapangan.
Kondisi itu memicu kekecewaan warga karena dinilai pembangunan koperasi tidak mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekitar.
Penolakan semakin menguat lantaran janji kepala desa untuk memperbaiki dan mempercantik lapangan sepak bola hingga kini belum terealisasi.
Warga menegaskan, selama perbaikan lapangan belum dilakukan, mereka akan tetap menolak pembangunan KDMP di lokasi tersebut.
“Bukan keberatan, warga minta keseimbangan. Ada pembangunan Kopdes, lapangan juga dibangun. Kami dan teman-teman karang taruna tidak mau janji-janji kapan akan dibuat. Harus diperbaiki biar untuk latihan sepakbola,” ujarnya.
Menurut dia hasil musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa telah menghasilkan kesepakatan awal agar lapangan diperbaiki terlebih dahulu sebelum pembangunan KDMP dilanjutkan.
“Kami sudah rembugan dengan teman-teman, kami setujui bersama BPD dan kepala desa untuk segera diperbaiki lapangannya. Ada pertanyaan bahwa lapangan dibangun,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Beran, Sulono, menegaskan bahwa pembangunan KDMP tidak akan merusak fasilitas umum milik warga, termasuk lapangan desa. Ia menyebut lokasi pembangunan telah ditentukan melalui musyawarah desa.
“Ada salah satu yang punya kios merasa terganggu. Ia mengajak para pemuda katanya lapangan mau dirusak itu tidak benar. Musdes ditentukan di sini, sekaligus menata Dusun Beran biar tambah bagus meningkatkan ekonomi masyarakat. Lapangan tidak dirusak, hanya digeser ke kiri karena masih sangat luas,” jelas Sulono.
Usai tercapainya kesepahaman antara warga dan pemerintah desa, pihak desa berharap pembangunan KDMP Desa Tambaharjo dapat kembali dilanjutkan. Di sisi lain, warga tetap diizinkan memanfaatkan lapangan untuk kegiatan olahraga seperti biasa.
