SAMIN-NEWS.com – Seorang petani asal Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di muara laut Dukuhseti, Minggu (4/1/2026) siang. Korban diketahui bernama Wakimun (56), yang sebelumnya beraktivitas mencari bukur di laut bersama seorang rekannya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban dan saksi hendak menepi setelah selesai melaut. Karena kondisi air laut surut, korban sempat turun dari perahu untuk mendorong agar perahu bisa bergerak.
“Korban turun dari perahu untuk mendorong karena air laut surut, lalu naik kembali dan menghidupkan mesin,” ujar Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri, kemarin.
Sesaat setelah mesin perahu dinyalakan, korban tiba-tiba terjatuh ke depan dalam posisi tengkurap dan tidak memberikan respons. Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung meminta bantuan nelayan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Korban mendadak jatuh dan tidak memberikan respons,” kata AKP Ali Mashuri.
Perahu kemudian ditarik ke bibir sungai dan korban dipindahkan ke daratan dengan bantuan nelayan. Pihak keluarga yang mendapat kabar segera mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Dukuhseti.
Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Dukuhseti selanjutnya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Tidak ada luka atau lebam, murni kejadian medis,” tegas AKP Ali Mashuri.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat henti jantung. Berdasarkan hal tersebut, kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut.
“Kesimpulan sementara dan hasil medis menyatakan korban meninggal karena henti jantung,” tambahnya.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas AKP Ali Mashuri.
