Angka Kejahatan Tinggi, Ini Penjelasan Kasat Reskrim

0
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar

SAMIN-NEWS.com, PATI – Beberapa bulan ini wilayah Kabupaten Pati angka kriminal cukup tinggi. Kejahatan itu seperti pembunuhan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga penipuan dengan berbagai modus. Banyaknya kejahatan di Bumi Mina Tani ini cukup menjadi perhatian bagi banyak pihak.

“Beberapa bulan ini untuk kasus kejahatan di Pati, tiap minggu kita ada 5 laporan yang masuk ditangani,” kata Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar di kantornya, kemarin.

Dirinya mengungkapkan kasus kriminal itu yang dilaporkan itu didominasi mulai penipuan menggunakan Media Sosial  (medsos), kekerasan, penganiyaan, KDRT, pengeroyokan.

Kendati demikian, pihaknya tak memungkiri jika angka tersebut masih banyak lagi. Sebab hal itu berdasarkan laporan yang diterimanya di jajaran Polresta Pati. Belum lagi ditambah dengan kasus-kasus yang dilaporkan di tingkat Polsek.

“Tahun ini rata-rata setiap minggu ada 5 yang dilaporkan di Polresta. Nah ini bisa jadi lebih banyak lagi, dengan tindak kejahatan yang dilaporkan ke Polsek,” terang Onkoseno.

Di Kabupaten Pati, banyak kasus kejahatan yang menghantui ada di sekitar. Mulai pembunuhan bayi dengan modus dibuang di sungai, KDRT oleh suaminya hingga menyebabkan kematian, penembakan misterius, penemuan mayat hingga kasus penipuan online.

Bahkan, teranyar kasus cukup menggelitik adalah seorang pengemis tetapi justru hasil uang ngemis itu dijadikan untuk menuruti ego dan hawa nafsu belaka. Sebab, ketika siang ngemis kemudian hasilnya digunakan untuk karaoke bersama pemandu karaoke.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan selalu menjaga emosi. Menurutnya, dengan sikap tersebut bisa meminimalisir terjadinya kejahatan di tengah masyarakat.

“Kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan online, agar tidak sebarkan identitas pribadi di media sosial, jangan tergiur promo murah. Kalau harus belanja online di medsos pastikan tokonya ada fisiknya. kalau kekerasan jaga emosi, jangan mudah terpancing,” pesan Kompol Onkoseno.