Madrasah di Kudus Terdaftar Kurikulum Merdeka P5 dan P2RA Capai 93 Persen di 2023

0
Foto: Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus Salma Munawaroh
Foto: Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus Salma Munawaroh

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Pada tahun 2023, Madrasah di Kabupaten Kudus saat ini yang telah terdaftar di Kurikulum Merdeka Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil alamin (P5 dan P2RA) mencapai 93 persen.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus juga mendorong percepatan kurikulum merdeka di satuan pendidikan madrasah yang digelar melalui sosialisasi implementasi kurikulum merdeka (IKM).

“Pelaksanaan sosialisasi IKM itu ditujukan untuk seluruh sekolah madrasah di Kabupaten Kudus,” beber Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus Salma Munawwaroh, Selasa (14/3/2023).

Sebelum itu juga, sebanyak enam sekolah telah mengikuti kurikulum merdeka pada tahun kemarin. Dia bersyukur tahun ini ada peningkatan mencapai 341 pendaftar dari total 374 sekolah madrasah di Kudus.

Adapun rincian sekolah yang sudah menjadi kurikulum merdeka, yakni MTsN 1, MTsN 2, MTs NU Banat, MAN 1, MAN 2, dan MTS Tahfidz Yanbuul Qur’an Menawan. Ditambah 111 RA, 136 MI, ada 59 MTS, serta 35 MA.

Pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi tentang strategi implementasi kepada madrasah dan memberikan pemahaman kepada mereka. Selain itu dikatakan dia, tidak ada paksaan bagi pihak sekolah.

“Kami tidak memaksa kepada pihak sekolah jika ada yang tidak ingin mengikuti kurikulum merdeka. Mereka berhak memberikan keputusannya,” ungkapnya.

Sementara untuk persiapan menjadi sekolah penggerak kurikulum merdeka ini madrasah hanya dibekali fasilitas pelatihan melalui platfom YouTube dari Kemenag dan mereka mengembangkannya secara mandiri untuk mempersiapkannya pada tahun ajaran 2023/2024.

Profil pelajar pancasila yang diharapkan berkembang dari kurikulum ini berdasarkan landasan falsafah Pancasila. Muatan kokurikuler dilaksanakan dengan pembelajaran berbasis proyek yakni Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil alamin secara tematis.

“Diharapkan proyek kurikulum ini para peserta didik bisa mengembangkan karakter positifnya yang digambarkan melalui dimensi profil dalam panduan Profil Pelajar Pancasila,” pungkasnya.