SMK Binaaan Djarum Foundation Produksi 510 Paket Makan Setiap Harinya Untuk Korban Banjir

0
Foto: tampak kedua siswa-siswi SMK Assa'idiyyah 2 Kudus sedang fokus memasak untuk warga terdampak banjir
Foto: tampak kedua siswa-siswi SMK Assa'idiyyah 2 Kudus sedang fokus memasak untuk warga terdampak banjir

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Assa’idiyyah 2 Kudus yang berbasis pesantren untuk siswa kalangan muslim merupakan binaaan Djarum Foundation yang mampu memproduksi 510 paket makan setiap harinya untuk korban banjir di wilayah Kudus.

25 siswa jurusan tata boga tersebut dilibatkan dalam aksi mengolah masakan Indonesia dengan gizi yang baik untuk tiga kali makan, yakni makan pagi, siang, dan malam. Hal itu diperuntukkan bagi warga korban banjir. Para siswa itu berinteraksi secara langsung dengan sukarelawan lain, pengelola area pengungsian di GKMI Tanjung Karang Kudus, serta para korban banjir.

Untuk hal tersebut tentunya SMK Assa’idiyyah 2 Kudus dalam hal ini mampu menerapkan pembelajaran dalam bentuk penguatan karakter Profil Pancasila (P5) secara nyata melalui kejadian bencana banjir yang terjadi beberapa hari ini. Nilai kuat yang tercermin dalam proyek sekolah ini, diantaranya mambangun karakter beriman.

Kemudian, berakhlak, bernalar kritis dan bergotong royong. Sebagai sekolah pesantren, siswa dan komunitas sekolah Islam ini mampu bergerak sukarela untuk memasak di gereja, serta bergotong royong membuat dapur umum dengan kalangan gereja di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjung Karang Kudus.

Setidaknya tiga dari enam kompetensi atau dimensi kunci perwujudan Profil Pelajar Pancasila tersebut telah berhasil dikembangkan. Tentunya inisiatif dan pengalaman ini merupakan proyek yang sangat bermakna bagi siswa yang terlibat.

Siswa SMK Assa’idiyyah 2 Kudus kelas 12 jurusan Tata Boga Fatimatuszahra mengatakan, ia telah menyiapkan beragam menu makanan bagi para pengungsi banjir sejak Minggu (1/1) kemarin bersama kawan-kawannya. Diantaranya, ayam bumbu lada hitam, dan bandeng presto.

“Ini merupakan tantangan dan pengalaman bagi saya yang bisa menolong masyarakat lain melalui masakan ini,” ungkapnya.

Pengungsi warga Perumahan Tanjung Matra Makmur RT.02- RW. 05 Desa Tanjungkarang Kecamatan Jati Kudus Hesti Critsiyana (45) menyampaikan, di kediamannya saat ini tergenang air setinggi 8 cm sejak Minggu (1/1) hingga sekarang.

“Rasa dari masakan siswa SMK ini tidak kalah dengan restoran-restoran yang ada. Hebat!”, bantuan yang diberikan benar-benar optimal,” tutur Hesti.

Inisiatif kegiatan yang dilakukan siswa SMK Assa’idiyyah 2 Kudus ini merupakan kegiatan yang patut dicontoh. Mereka mampu memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat berbekal keterampilan setara industri yang dipelajarinya saat dibangku sekolah vokasi.