Bawa Misi Perdamaian, Suporter Muria Raya Gelar Doa Bersama

0

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Suporter Muria Raya menggelar doa bersama atas tragedi Kanjuruhan Malang sekaligus membawa misi perdamaian diantara Suporter Persiku Kudus, Persijap Jepara, dan Persipa Pati yang digelar di Gedung Gor Wergu Wetan Kudus, Sabtu (8/10/2022).

M Failani Fasa Ketua Harian Suporter Macan Muria (SMM) mengatakan, kegiatan bersama ini untuk mendoakan tragedi Kanjuruhan Malang yang telah terjadi kemarin. Selain itu membawa misi perdamaian suporter Muria Raya.

“Doa bersama ini untuk mendoakan yang terbaik atas tragedi Aremania. Dan membawa misi perdamaian suporter dari tiga kota Jepara Kudus Pati,” ungkapnya saat ditemui di GOR.

Selain itu, dirinya berharap dengan terbentuknya ikrar ketiga suporter tersebut bisa membawa misi damai agar tidak seperti tragedi di Kanjuruhan Malang dan selalu menjaga persaudaraan yang hangat.

“Semoga kedepan bisa menjaga persaudaraan yang hangat dan tidak menimbulkan keributan lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ketika misi tersebut dijalankan namun masih ada oknum suporter berulah, nantinya akan diberi peringatan. Jika hal itu masih tidak membuahkan hasil maka ada hukuman.

Suporter Banaspati Jepara mengatakan, keinginannya mulai dari bawah hingga atas untuk menjalin misi perdamaian dalam kedepan. Serta pihaknya akan berupaya untuk mengkampanyekan misi itu secara terus-menerus.

“Terselenggaranya acara ini karena adanya suara bawah atau grees root. Semoga momentum ini terus dijaga demi menjaga sepak bola Indonesia,” ungkapnya.

Manajer Pati Dian mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati tujuh hari tragedi Kanjuruhan Malang. Hal itu merupakan titik balik dari semua suporter di Indonesia seperti, Mataram dan Jakarta.

Sumringah para suporter dalam membawa misi perdamaian dan mendoakan korban tragedi Kanjuruhan Malang
Sumringah para suporter dalam membawa misi perdamaian dan mendoakan korban tragedi Kanjuruhan Malang

“Meskipun itu sulit karna rivalitas lama. Namun tidak ada yang tidak mungkin. Karena ini demi kebaikan. Jangan sampai ada korban lain seperti tragedi Malang,” pungkasnya.

Perlu diketahui, total peserta yang datang tersebut sebanyak 300 orang dari elemen suporter Pati, Kudus, dan Jepara.