Semester Pertama Pemkab Pati Bukukan Investasi Rp6,4 Miliar

0
Kepala DPMPTSP, Riyoso
Kepala DPMPTSP, Riyoso

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hingga Juni 2022 atau semester pertama tahun 2022, total investasi yang masuk di daerah Kabupaten Pati sebesar Rp6,4 miliar. Ini diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Riyoso.

Besaran capaian tersebut, menurut Riyoso target investasi di semester pertama telah mencapai setengah dari target yang telah ditentukan sebesar Rp1,1 triliun. Tingginya nilai investasi ini dikatakan karena faktor Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Kabupaten Pati.

Riyoso menegaskan bahwa berkat tingginya PMA di Kabupaten Pati yang berpengaruh terhadap terdongkraknya investasi itu yang paling besar adalah dari masuknya dua perusahaan ke Pati, masing-masing PT Sejin dan PT Hwaseung Indonesia (HWI).

“Semester pertama sampai dengan bulan Juni sudah mencapai Rp6,4 miliar kalau persenkan setara sudah 54 persen. Terus terang yang mendongkrak nilai investasi karena ada PMA. Sudah kelihatan realisasinya itu dari PT Sejin sama PT HWI,” terang Riyoso saat dikonfirmasi Samin News, Selasa (23/8/2022).

Pihaknya merinci, dari PT HWI nilai investasinya tembus Rp3 triliun lebih. Akan tetapi saat ini baru terealisasi 60 persen dari total investasinya. Jumlah ini dihitung dari realisasi pembelian tanah, bangunan, hingga mesin.

Sementara untuk investasi mikro oleh Riyoso disebut penanaman modalnya tidak terlalu signifikan. Selain itu, target investasi tahun ini disesuaikan dengan kondisi pasca pandemi Covid-19. Sehingga capaian targetnya tidak terlalu tinggi.

Dia melanjutkan, seperti PT Taima International Factory fokusnya yang saat ini baru fokus sewa bangunan. Sehingga realisasinya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan PT HWI.

Di sisi lain, dia mengaku tidak muluk-muluk menargetkan investasi secara tinggi. Namun pihaknya realistis melihat perkembangan pasar yang kondisinya baru bangkit dari pandemi Covid-19.

“Kalau target terlalu tinggi capaiannya tidak tercapai nanti malah kinerjanya kurang bagus. Makanya kita sesuai karena masih pemulihan pasca pandemi,” tutup Riyoso.