Mensos Sambangi Bocah Korban Penyekapan Kekerasan Seksual di Pati

0
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyambangi korban penyekapan dan kekerasan seksual di RSUD RAA Soewondo Kabupaten Pati, Minggu (7/8/2022)
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyambangi korban penyekapan dan kekerasan seksual di RSUD RAA Soewondo Kabupaten Pati, Minggu (7/8/2022)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini menyambangi Bocah asal Pati yang menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual di RSUD RAA Soewondo Pati , Minggu (7/8/2022). Anak yang masih duduk di bangku SMP itu sebelumnya mengalami kekerasan seksual hingga hamil 4 bulan.

Lawatan Mensos ke RS Soewondo itu dalam rangka turut bersimpati serta melihat bagaimana kondisi terkini anak di bawah umur tersebut. Mensos tiba di RS Soewondo Pati sekitar pukul 18.30 yang didampingi jajaran staf kementerian dan dikawal Kapolres, AKBP Christian Tobing serta ditemani pengurus rumah sakit.

Usai melihat anak itu, Risma begitu panggilannya menjelaskan bahwa kondisi korban (N), saat ini sudah lebih baik daripada konsisi sebelumnya ketika banyak beredar di media sosial.

“Kondisinya saat ini sudah lebih bagus, lebih sehat, dan lebih kuat, dibandingkan di awal. Dari penjelasan dokter yang menangani saat pertama N masuk di rumah sakit kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan N tidak mengenali siapapun,” kata Risma kepada wartawan.

Tetapi, berdasarkan keterangan dokter, kata Risma pada hari kedua kondisi N sudah membaik dan mulai mengenal kepada orang-orang yang masuk.

Risma menjelaskan pada mulanya dirinya mengetahui informasi terkait kasus ini dari media scaning yang menyoroti kasus-kasus kemanusiaan termasuk kekerasan. Maka jika diperlukan, ia mengaku akan menjenguk korban. Kemudian, setelah mengetahui informasi tersebut, dirinya mengaku mengkonfirmasi kasus ini kepada Kapolres Pati.

“Kemudian saya mencoba mengkonfirmasi kepada Kapolres Pati, Christian Tobing, dan ternyata benar, info yang masuk kemudian ditindaklanjuti. Saya hanya ingin memastikan itu,” ujar Risma.

“Karena ini adalah perlindungan kepada anak-anak, jadi jangan sampai terlulang lagi di tempat lain, atau kepada siapapun,” sambung Risma.

Dengan kedatangannya di Pati, Risma berharap bisa memberikan contoh kepada anak-anak, remaja agar bisa lebih dekat kepada kedua orang tua. Terlebih perkembangan teknologi canggih saat ini memudahkan komunikasi, tetapi jangan mudah dibujuk rayu.

“Saya berpesan kepada anak-anakku semuanya, jiwa kalian, diri kalian, badan kalian, adalah milik kalian, selama kalian belum waktunya, maka kalian tidak boleh disentuh oleh siapapun,” tegasnya.

Sebelumnya, N hilang sejak awal Mei 2022 lalu dan keluarga sempat mencari korban. Kemudian, baru pekan lalu korban ditemukan di sebuah rumah di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti yang kondisinya memprihatinkan. Saat ini pelaku melarikan diri dan pelaku masih terus diburu kepolisian.