Baru 16 Persen, Wabup Minta Tingkatkan Capaian Vaksinasi Booster

0
18
Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin saat Rakor percepatan vaksinasi,Kamis (4/8/2022)
Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin saat Rakor percepatan vaksinasi,Kamis (4/8/2022)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Vaksinasi booster atau vaksin ketiga di Kabupaten Pati saat ini masih di angka 16 persen dari jumlah penduduk. Ini disampaikan Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin saat Rakor percepatan vaksinasi di Ruang Pragolo Setda Pati, Kamis (4/8/2022).

“Menguatkan vaksinasi ketiga, posisi sekarang ini kita masih di angka 16 koma sekian persen. Posisi kita di nomor 5 yang paling sedikit, artinya masih ada kesempatan, saya meyakini kalau kompak pasti bisa,” kata dianggap dalam sambutannya.

Pihaknya meminta peran serta puskesmas, tenaga kesehatan serta camat untuk menguatkan capaian vaksinasi. Dirinya berharap peran mereka bisa memberikan satu penjelasan kepada masyarakat bahwa tujuan dan kepentingan vaksin boster bukan hanya untuk kepentingan daerah. Tetapi ini merupakan instruksi pemerintah pusat.

“Tugas kita bersama-sama, saya meyakini kalau kompak pasti bisa. Tugasnya kalau vaksinnya sudah ada dari kecamatan termasuk dari TNI-Polri bersama-sama mengopyaki dan mendata supaya bisa cepat,” tegas pria yang disapa Safin ini.

Selain itu, dirinya meminta tiap puskesmas menyediakan satu nomor khusus dengan tujuan digunakan untuk memberikan sosialisasi serta mendorong masyarakat agar mau melakukan vaksinasi ketiga. Karena menurutnya, vaksinasi booster sebagai salah satu syarat melakukan perjalanan.

“Minta puskesmas menyediakan satu nomor untuk wa, saya pikir cukup murah jangan berpikir teknologi yang mahal-mahal, saya rasa 200 ribu untuk satu bulan sudah cukup. Vaksin booster ini salah satunya sebagai syarat digunakan untuk naik kereta. Nah bagaimana caranya menjelaskan secara simpel dan mudah, melalui wa ini,” instruksinya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memohon dukungannya dari jajaran Polres, TNI, Kejaksaan, Pengadilan agar bersama-sama untuk menguatkan capaian vaksinasi di daerah. Safin juga menyebutkan targetnya tidak usah muluk-muluk yang penting sesuai target nasional di angka 30 persen.

“Anggap ini sebagai tugas kemanusiaan, mendorong supaya tubuh kebal. Secara enggak langsung guyonnya ini menghabiskan stok (dari) pusat. Sudah ada vaksinnya dari sana kita suntikkan di sini sesuai arahan dari pusat,” pungkasnya.