Pedagang Pasar Tradisional di Kudus Keluhkan Volume Pengunjung Turun

0
Pasar Kliwon Kabupaten Kudus
Pasar Kliwon Kabupaten Kudus

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Wabah Pandemi Covid-19 yang muncul sejak Maret 2020 telah mengubah dalam sektor dan bidang apapun yang ada di Indonesia. Terkhusus di sektor Pasar Kliwon yang berada di Jalan Rendeng Kabupaten Kudus.

Marni sapaan akrabnya mengatakan perbedaan Pasar Kliwon sebelum dan sesudah sangatlah berbeda. Dia bercerita saat membuka toko pukul 06.00 pagi, banyak pengunjung yang sudah memenuhi jalanan Pasar. “Saya kalau berangkat jam 5 nan mas, pengunjung yang datang ke pasar itu bisa bikin macet,” sebutnya saat ditemui di lapak miliknya.

Dirinya menyebut, sebelum Covid-19 datang, dagangan miliknya bisa laku cepat. “Dulu itu awal berangkat jam 5 nan, kadang pas ramai bisa sampai jam 8-9 nan dagangan milik saya bisa berkurang mas, karena kepadatan pengunjung biasanya dijam 6-7 nan. Tapi sekarang gak kayak dulu mas,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk sekarang tingkat volume pengunjung sangat berkurang, meski saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022 ramai, namun setelahnya menurun kembali. “Kalau sekarang itu kadang saya dari awal buka sampai jam 8 atau jam 9 hanya ada pengunjung 1-2 nan mas, ada juga kawan saya yang tidak didatangi pengunjung sama sekali,” ungkapnya kepada Samin News.

Hal senada juga diungkapkan oleh Roro yang memiliki lapak kaos di Pasar Kliwon. Dirinya mengaku perbedaan pengunjung di lapaknya juga berpengaruh saat pandemi kemarin. “Disini sebelum covid ramai mas, ya bisa dibilang lumayan, setidaknya bisa pulang gasik kalau sudah dapat omset lumayan,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, saat musim liburan sekolah juga mengalami tingkat pengunjung yang baik. Namun setelahnya menurun. “Dulu liburan sekolah bisa dibilang lumayan, karena banyak yang datang mampir ke lapak pedagang pasar, namun setelah musim sekolah kembali masuk, jadi menurun, tapi tetap disyukuri mas,” jelasnya.

Ia berharap kepada dinas terkait atau pemda untuk membuat program terbaru, agar daya beli di pasar kembali meningkat. “Saya berharap untuk dinas terkait atau pemda membuat program tentang hal ini, supaya masyarakat diluar sana, banyak yang tertarik datang ke pasar,” pungkasnya.

Penulis
Adam Naufaldo