Capraga Pati Minta Usut Pelaksanaan Perades yang Diduga ada Manipulasi

0
169
Capraga menggelar aksi demonstrasi di halaman pendopo kabupaten Pati, Rabu (20/7/2022)
Capraga menggelar aksi demonstrasi di halaman pendopo kabupaten Pati, Rabu (20/7/2022)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Belasan calon perangkat desa gagal (Capraga) di Kabupaten Pati menggelar aksi demonstrasi di alun-alun halaman pendopo pada Rabu (20/7/2022). Dalam aksinya ini massa mendesak kepada Bupati Pati, Haryanto agar mengusut tuntas terkait pelaksanaan perangkat desa.

Massa aksi meminta orang nomor satu di daerah ini keluar dan mau menemuinya. Akan tetapi, bupati maupun perwakilan dari Pemkab tak ada yang menemui. Padahal mereka meyakini bahwa Haryanto sedang berada di dalam kantor, akan tetapi tak kunjung keluar juga.

Ketua Forum Capraga Pati, Muhammad Khundori mengatakan pihaknya bersama dengan Capraga lainnya akan melakukan demonstrasi sehingga dari Pemkab setempat benar-benar mau membongkar pelaksanaan perangkat desa. Bahkan ia mengaku bila perlu aksinya ini akan dilaksanakan hingga sebulan.

“Ini baru jilid pertama, bila perlu kita akan lakukan berjilid-jilid sampai 30 jilid kita adakan demo tiap hari,” kata Khundori kepada wartawan.

Demonstrasi yang digelar di depan pendopo itu dimulai sekitar pukul 10.00 wib berjalan hingga kurang lebih setengah jam. Selama menyuarakan aspirasinya, massa aksi dijaga oleh aparat. Tetapi lantaran tidak ditemui bupati, massa aksi kemudian bergerak menuju ke depan kantor DPRD bermaksud menyuarakan aspirasi kepada wakil rakyat.

Mereka juga membawa spanduk yang berisi kritikan dan tuntutan terhadap pelaksanaan perangkat desa. Di antaranya “usut tuntas semua yang terlibat manipulasi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati”.

Selain itu ada juga spanduk yang bertuliskan kritikan “hasil CAT dikebiri nasib rakyat digadaikan”. Massa menilai proses ujian yang menggunakan komputer (CAT) telah cacat.

Di depan kantor DPRD massa aksi juga tidak ditemui oleh dewan. Hal ini menurut Khundori timbul kecuriagaan bahwa diduga kedua lembaga ini bermain-main dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa.

“Kita menduga ada kedip mata antara kedip kiri dan kanan karena bisa saling ketemu. Jadi kami menduga bermain mata antara anggota dewan yang terhormat dengan pelaksana pihak Pemkab,” jelasnya.