Beli Minyak Goreng Gunakan PeduliLindungi, Ini Kata Pedagang Pasar Kliwon Kudus

0
17
Pedagang saat menuangkan minyak goreng curah dalam jerigen
Pedagang saat menuangkan minyak goreng curah dalam jerigen

SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Pemerintah pusat pada hari Senin, 27 Juni 2022 yang lalu, telah memulai sosialisasi dan transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Nur Harisma pedagang di Kudus mengatakan, kebanyakan di lapaknya masih memakai KTP, belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Saya tidak menerapkan hal tersebut karena kebanyakan pembeli saya gaptek,” kata dia saat ditemui di lapaknya.

Dirinya menambahkan, pembeli di lapaknya rata-rata awam terhadap hal tersebut dan terkadang ada yang tidak membawa ponsel saat belanja ke pasar. “Kalau saya menetapkan pakai aplikasi, malah nantinya gak laku dagangan saya, kadang aja kebanyakan yang datang gak bawa ponsel,” katanya.

Ia mengaku masih menjual dengan menggunakan KTP karena cepat dan tidak ribet. Sebab, kalau ribet nantinya lapaknya malah tidak laku dan ada yang protes. “Saya masih menggunakan KTP, kemudian saya foto. Gitu aja masih ada yang tidak bawak KTP mas, kalau tidak membawa KTP biasanya menyusul,” terangnya.

Ia juga menerangkan terkait harga Minyak Goreng curah Bimoli yang awalnya 22 ribu menjadi 20 ribu. Dan untuk minyak curah dirinya membeli 10 jerigen. ” Saya membeli minyak tersebut sebanyak 10 jerigen, terus diwadahi botol akua,” ungkapnya kepada Samin News.

Kemudian setelah itu, diberi ke botol untuk diisi yang seliter dan setengah liter seharga 9 ribu. “Sekali pengiriman 10 jerigen, satu jerigennya berisi 18 liter, lalu saya tuangkan ke botol,” bebernya.

Sementara itu, warga asal Desa Pasuruan Ningsih mengatakan, saat membeli minyak apapun itu memakai KTP. “Saya saat membeli ke lapak pasar kadang memakai KTP, kadang tidak. Tidak membawa ponsel karena ribet kalau pakai aplikasi PeduliLindungi, gini aja udah ribet mas,” jelasnya sembari membawa minyak pembeliannya.

Penulis
Adam Naufaldo