Melalui Sekolah Lapang, Petani Tembakau di Pati Dapat Tingkatkan Produktivitas

0
126
Petani tembakau di Pati mengikuti kegiatan Sekolah Lapang (SL) dari bidang Penyuluhan dan Informasi Pertanian Dispertan
Petani tembakau di Pati mengikuti kegiatan Sekolah Lapang (SL) dari bidang Penyuluhan dan Informasi Pertanian Dispertan

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bidang Penyuluhan dan Informasi Pertanian Dispertan Kabupaten Pati menyelenggarakan penyuluhan bagi petani tembakau bertema Sekolah Lapang (SL) DBHCHT. Penyuluhan tersebut diselenggarakan di 7 lokasi yang tersebar di 4 kecamatan.

Sementara itu kegiatan SL yang telah terlaksana yaitu di Kecamatan Jaken di antaranya di Desa Sumber Agung dan Desa Ronggo digelar pada Selasa (21/6/2022)

kemudian berikutnya pada Rabu (22/6/2022) digelar di dua desa yakni Desa Mantingan dan Desa Kebonturi dengan narasumber dari Bidang Penyuluhan dan Informasi Pertanian, PPL Kec. Jaken, POPT dan PT. Sadhana Arifnusa.

Penyuluhan petani melalui SL tersebut dilakukan guna meningkatkan keterampilan serta pengetahun petani dalam melakukan pertanian tembakau. Sehingga produktivitas tembakau semakin meningkat.

Kegiatan SL ini merupakan output dari program pengawasan dan pembinaan yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Koordinator PPL Jaken Wiwik Ariyanto mengatakan, kegiatan SL di masing-masing lokasi diikuti oleh 15 peserta. Ia merinci di Desa Sumber Agung diikuti kelompok tani Tirto Anom, Desa Ronggo diikuti kelompok tani Sidomukti, Desa Mantingan diikuti kelompok tani Tani Muda Sejahtera, serta Desa Kebonturi diikuti kelompok tani Mukti Rahayu.

Pihaknya menjelaskan luas tanam tembakau di Kecamatan Jaken sampai dengan bulan Juni 2022 sekitar 300 Ha dan diperkirakan akan tambah lagi luasannya. Tembakau yang ditanam varietas Srumpung/Crupung.

“Petani tembakau sudah 3 kali tanam menjalin kemitraan dengan PT. Sadhana Arifnusa dari on farm sampai off farm, harga tembakau terjamin sesuai mutu produk/grade berupa rajangan kering dengan kisaran harga Rp20.000 – Rp35.000 per kilogram,” ungkapnya.

Kegiatan SL ini menurutnya dimaksudkan untuk memberikan pembinaan, pelatihan dan pengetahuan membentuk sikap dan perilaku yang seharusnya petani tembakau dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak diantaranya Dinas Pertanian, subplayer, Akademisi, Asosiasi Petani Tembakau.