Kecamatan Ini Dikategorikan Endemi Stunting, Mana Saja?

0
62
Kepala Bidang Keluarga Berencana pada Dinsosp3akb, Besti Ihdinasari saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (6/6/2022)
Kepala Bidang Keluarga Berencana pada Dinsosp3akb, Besti Ihdinasari saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (6/6/2022)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Koordinator Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pati, Mukhtar, menyebut beberapa kecamatan di Pati dikategorikan dengan endemik stunting.

“Wilayah endemik stunting di antaranya meliputi Kecamatan Gunungwungkal, Jaken, Tambakromo, sebagian Pucakwangi, Sukolilo, Kayen,” kata Mukhtar usai Pengukuhan TPPS di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (6/6/2022).

Kendati demikian, pihaknya tidak merinci desa mana saja yang menjadi lokus stunting. Dia melanjutkan wilayah tersebut ada kasus stunting, tetapi tidak semua desa hanya desa-desa tertentu yakni prevalensi stunting tinggi.

Kepala Bidang Keluarga Berencana pada Dinsosp3akb, Besti Ihdinasari menambahkan sedikitnya pada tahun 2022 ini ditetapkan 18 desa lokus stunting yang tersebar di 21 kecamatan.

Untuk menangani stunting diperlukan alat dan sarana yang kredibel. Juga regulasi yang mana dalam prakteknya dilakukan secara terintegrasi dan terukur dengan menggunakan alat yang standar, penguatan kader posyandu, kader PKK serta bidan dalam pendampingan stunting.
Tugas TPPS di antaranya adalah melakukan pendampingan Calon Pengantin (Catin), Pendampingan ibu hamil, pemeriksaan pasca salin dengan mengukur bayi yang diharapkan terhindar dari stunting.

Akan tetapi, ia mengakui bahwa menemukan persoalan yang mana antara data pusat dengan fakta di lapangan yang berbeda. Ini dikarenakan lantaran alat timbang bayi yang tidak standar.

“Persoalan penanganan stunting kita melakukan penimbangan dan pengukuran antara data serta di lapangan itu berbeda lantaran dulu masih memakai timbangan biasa. Sekarang timbangan menggunakan antropometri yang standar dari Kemenkes,” pungkasnya.