Tema Nyentrik Meriahkan Halal Bihalal IKAMARU

0
Reuni dan Halal Bihalal Ikatan Alumni Madrasah Raudlatul Ulum (IKAMARU) angkatan 1999, di rumah keluarga Ibu Moh Abas, Desa Talun, Kecamatan Kayen.(Foto;SN/dok-ika)
Reuni dan Halal Bihalal Ikatan Alumni Madrasah Raudlatul Ulum (IKAMARU) angkatan 1999, di rumah keluarga Ibu Moh Abas, Desa Talun, Kecamatan Kayen.(Foto;SN/dok-ika)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Angkatan al-Asqalani dan al-Lathifiyah berbaur menjadi satu dalam memeriahkan acara reuni dan halal bihalal yang dihelat Ikatan Alumni Madrasah Raudlatul Ulum (IKAMARU) 1999 Desa Talun, Kecamatan Kayen. Tema acara yang berlangsung di kediaman keluarga Moh Ibnu Abas tersebut juga cukup simpel dan proaktif, yaitu ”Eling kancane lali mantane, eling rupane lali laralapane.”

Menurut Ketua Panitia Reuni dan Halal Bihalal tersebut, Samsuri, kegiatan ini diikuti kurang lebih 455 orang. Sedangkan dalam kesempatan terpisah , anggota panitia Anwar Mahroni mengungkapkan rahasia kesuksesan acara tersebut, karena para panitia secara sukarela mendatangi satu per satu rumah teman , selain juga diinformasikan melalui WAG.

Anggota panitia lainnya, Chalimat juga mengungkapkan kegembiraannya, karena para alumni juga sangat antusias untuk meluangkan waktu. ”Apalagi, selain reuni dan halal bihalal juga dilaksanakan kegiatan lain, yaitu pemberian santunan kepada yatim piatu dari para anggota,”ujarnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, di antaranya alumni al-Asqalani, Abdul Mufid yang sekaligus pemateri. Ia seorang peneliti muda NU asal Pati dan jebolan Timur Tengah (Mesir), serta alumuni program doktoral UIN Sunan Kalijaga yang tulisannya banyak tersebar di berbagai jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional.

Mufid, (sapaan akrab) sehari-harinya menguraikan hadis yang berkait tentang halal bihalal, yakni hadis Abu Hurairah yang dihimpun oleh Imam Bukhari dalam Sahih-nya . ”Barang siapa yang berbuat zhalim kepada saudaranya, terhadap harga diri maupun sesuatu yang yang lain, maka sebaiknya ia meminta halal dari orang yang dizhalimi pada hari itu  juga sebselum datang suatu hari di mana dirham maupun dinar tidak lagi bernilai, Alhadis,”tandasnya.

Berikutnya peneliti muda NU itu menjelaskan tentang maksud kandungan hadis (fiqh al-hadis) tersebut. ”Berbuat zhalim, maksudnya berbuat salah kepada saudaranya,  yaitu saudara seagama, termasuk di dalamnya adalah suami dan istri. Harga dirinya, maksudnya berbuat kesalahan kepada orang lain yang merugikan harga diri orang tersebut, baik berupa ocehan, bullying, bohong, dan lain sebagainya . Sesuatu yang lain, maksudnya harta benda. Meminta halal, maksudnya meminta maaf kepada  orang yang dizhalimi,”imbuhnya.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Hadits (ILHA) STAI Khozinatul Ulum Blora tersebut mengungkapkan, bahwa banyak di antara manusia yang tidak sadar jika dirinya telah melukai perasaan orang lain. Dan melukai tersebut tebusannya hanya satu, yaitu meminta maaf kepada orang yang dilukai.

Sebab yang demikian itu termasuk hablum minan nas, sehingga kewajibannya meminta halal (maaf) lagi, adalah suami terhadap istri. Akan tetapi juga sebaliknya, istri terhadap suami karena ada juga suami yang tidak mau meminta maaf kepada istrinya, dan juga sebaliknya ada istri yang tidak mau meminta maaf kepada suaminya.

Di akhir uraiannya, Mufid memaparkan bahwa menurut penelusurannya hadis yang disebutkan di atas telah banyak diriwayatkan oleh para ulama hadis, seperti Imam Bukhari, Imam at-Tirmidzi bin Hanbal. Selain itu Ibnu Hibban, Imam al-Baihaqi, Abu Dawud at-Tayalisi, Ibnu al-Ja’d, dan beberapa ulama hadis lainnya sehingga tidak diragukan lagi kesahihan hadis tersebut.

Mengingat begitu pentingnya minta maaf, di akhir hadis pun disinggung bahwa bila tidak dilakukan minta maaf di dunia, maka kelak di akhirat kebaikan orang yang berbuat zhalim akan diberikan kepada orang yang dizhalimi (sesuai kadarnya). Sebaliknya, bila orang yang berbuat zhalim tersebut sudah tidak tersisa lagi kebaikannya, dan hanya memiliki keburukan maka keburukan orang yang dizhalimi akan diberikan kepada orang yang berbuat zhalim.

Demikian uraian akhir yang disampaikan. ”Semoga kita semua terbebas dari dosa-dosa yang berkaitan dengan hablum minan nas, sehingga kelak di akhirat tidak termasuk orang-orang yang bangkrut.Amiiiin,”pungkasnya.