Pengamen Tercebur di Alur Kali Juwana; Tiga Hari Dilakukan Pencarian Belum Ditemukan

0
143
Seorang pemuda, Heru Maulidyanto, asal Dorokandang, Lasem, Kabupaten Rembang yang diduga korban tewas tercebur ke alur Kali Juwana (atas) dan salah seorang teman korban saat menunjukkan lokasi tempat terceburnya korban (bawah).(Foto:SN/dok-fid)
Seorang pemuda, Heru Maulidyanto, asal Dorokandang, Lasem, Kabupaten Rembang yang diduga korban tewas tercebur ke alur Kali Juwana (atas) dan salah seorang teman korban saat menunjukkan lokasi tempat terceburnya korban (bawah).(Foto:SN/dok-fid)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Seorang remaja yang sehari-hari sebagai pengamen di Juwana, Heru Mualidyanto (21) alias Ucil bin Budi Susetyo, warga Desa Dorokandang RT 009/RW003, Kecamatan Lasem, Rembang, Minggu (8/Mei) malam sekitar pukul 22.00, tercebur di alur kali. Tepatnya, di bawah kolong Jembatan Juwana I yang membentang di ruas jalan Juwana-Rembang, atau juga dikenal sebagai jembatan lama.

Diduga keras, remaja yang tiap hari bersama beberapa pengamen lainnya lebih senang tinggal di bawah (kolong) jembatan itu sudah tewas karena hanyut terseret derasnya arus alur kali tersebut. Kendati pihak Satpol Airud Polres Pati begitu menerima laporan dari beberapa relawan, dan juga kakak korban mulai Senin (9/Mei) langsung terjun ke lapangan bersama personel jajarannya untuk melakukan pencarian.

Akan tetapi, papar Kasat Polairud yang bersangkutan, AKP Daffid Paradhi SH, kendati pencarian sudah tiga hari dilakukan jenazahnya belum berhasil diketemukan. Padahal, penyisiran sepanjang alur kali mulai dari bawah jembatan ke hilir sudah dilakukan dengan cara terbatas, yaitu dari bawah jembatan sampai di dermaga tambat labuh depan TPI Unit II Juwana.

Dari lokasi itu, pencarian semakin ke hilir hingga sekitar Pulau Seprapat juga dilakukan penyisiran secara maksimal. ”Karena belum juga diketemukan, maka kami juga menyusuri alur Kali Juwana semakin ke hilir hingga di muara,”ujarnya.

Personel dari jajaran Polairud Polres Pati saat melakukan penyisiran dan pencarian korban dari bawah Jembatan Juwana I hingga menuju ke hilir, dan bahkan sudah sampai di muara.(Foto:SN/dok-fid)
Personel dari jajaran Polairud Polres Pati saat melakukan penyisiran dan pencarian korban dari bawah Jembatan Juwana I hingga menuju ke hilir, dan bahkan sudah sampai di muara.(Foto:SN/dok-fid)

Pihaknya, lanjut dia, dalam melakukan pencarian ini memang harus menghadapi kendala yang harus disikapi dengan cermat dan sabar. Di antaranya, adalah banyaknya kapal penangkap ikan yang saat ini tambat labuh di sepanjang pinggir sisi kiri dan kanan alur kali, dan bahkan ada juga kapal yang karena derasnya arus air bergerak hingga menutup tengah alur kali tersebut.

Kondisi tersebut juga masih diperburuk dengan banyaknya tumbuhan air jenis eceng gondok yang hanyut dari hulu dengan cara menyebar sampai menutup lebar kali, dan ada pula yang menyangkut di sela-sela kapal yang tambat labuh. Karena itu, pihaknya bersama personel jajaran hari ini harus sedikit demi sedikit membersihan atau mendorong eceng gondok tersebut agar hanyut ke hilir.

Dengan demikian, diharapkan jenazah korban bisa muncul atau timbul dari bawah rumpun eceng gondok yang tersangkut di sela-sela kapal. Sedangkan pihaknya memastikan bahwa korban tercebur dan meninggal, adalah berdasarkan keterangan salah seorang kawannya sesama pengamen yang juga tinggal di bawah kolong jembatan tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, bahwa malam itu korban dalam kondisi mabuk sehabis menenggak minuman keras (miras) jenis arak putih dengang mengambil tempat dipinggir kali. Saat itu ia bermaksud memberikan botol miras tersebut kepada temannya, tapi saat hendak diberikan dengan cara setengah dilempar botol itu justru terlepas dari pegangan, dan jatuh ke dalam kali.

Secara spontan atau dalam kondisi sudah mabuk berat korban bermaksud memegang kembali botol mirasnya, maka akibatnya ia pun tercebur ke kali tersebut. ”Sayangnya kawan korban malam itu juga tidak melapor ke pihak Polsek maupun ke kami, tapi hanya memberi tahu kakak perempuan korban yang di Dorokandang, sehingga laporan yang kami terima pun terlambat,”imbuh Daffid Paradhi.