Pemuda Desa Margorejo Bersama FRPB Pati Kembali Tanam Pohon

0
86
Serah terima bibit pohon mahoni secara simbolis di halaman Balai Desa/Kecamatan Margorejo yang dilanjutkan penanaman oleh kelompok pemuda setempat di ruas jalan poros Desa Margorejo-Penambuhan, Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/dok-frpb)
Serah terima bibit pohon mahoni secara simbolis di halaman Balai Desa/Kecamatan Margorejo yang dilanjutkan penanaman oleh kelompok pemuda setempat di ruas jalan poros Desa Margorejo-Penambuhan, Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/dok-frpb)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Berkait dengan kegiatan penanaman pohon peneduh di pinggir jalan, sebagaimana dilakukan kelompok pemuda Desa/Kecamatan Margorejo dan Forum Relewan Penangulangan Bencana (FRPB) Pati, boleh dibilang masih beruntung. Biasanya bulan Mei seperti sekarang, adalah awal mulai berlangsungnya musim kemarau hingga Oktober atau November mendatang.

Akan tetapi kondisi riil di lapangan, papar Ketua Forum Relewan Penangulangan Bencana (FRPB) Pati, Sutiknya, sampai saat ini masih sering turun hujan, baik siang maupun malam. Karena itu, kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baik oleh para personel anggotanya untuk turun ke lapangan melakukan penanaman pohon penuduh di pinggir ruas jalan poros desa.

Untuk kali ini, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintahan Desa/Kecamatan Margorejo, dan lebih khusus dalam pelaksanaannya melibatkan serta kelompok pemuda sehingga ke depan di kalangan mereka juga tumbuh kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekarang. ”Untuk lokasi penanaman kami mengambil ruas jalan poros desa antara Margorejo hingga Penambuhan,”ujarnya.

Personel anggota FRPB Pati saat melakukan penanaman bibit pohon mahoni di ruas jalan poros Desa Margorejo-Penambuhan.(Foto:SN/dok-frpb)
Personel anggota FRPB Pati saat melakukan penanaman bibit pohon mahoni di ruas jalan poros Desa Margorejo-Penambuhan.(Foto:SN/dok-frpb)

Saat menyerahkan secara simbolis bibit pohon mahoni yang akan di tanam, Sekretaris Desa (Sekdes) Margorejo, Rusmanto mengharap agar kalangan muda warganya selalu mempunyai pemahaman mendasar tentang apa itu kearifan lokal. Dengan demikian, budaya untuk peduli terhadap lingkungan di mana mereka tinggal juga harus ditanamkan sejak awal, salah satu di antaranya adalah kepedulian untuk membuat lingkungan selalu hijau.

Hal tersebut hanya bisa dilakukan, jika mereka juga peduli terhadap lahan yang gersang untuk segera ditanami pepohonan, termasuk di pinggir jalan agar saatnya nanti saat warga melintas sepanjang ruas jalan tersebut merasa teduh. Karena itu menanam pohon, memang benar-benar sangat bermanfaat, termasuk untuk anak cucu kita.

Kembali menyangkut masalah kearifan lokal, tentunya harus lebih ditingkatkan agar bisa mencapai kearifan global, sehingga peran pemuda memang tidak bisa lepas dari tuntutan itu. ”Dengan demikian, mereka pun dituntut untuk terus berinovasi dalam kegiatan-kegiatan positif, maka kami Pemerintahan Desa Margorejo dan para pemudanya tetap saling bahu membahu, termasuk dalam hal menanam pohon,”imbuhnya.