Pemuda Harus Berperan dalam Pelestarian Seni dan Budaya Lokal

0
29
Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif dan Sekretaris Disparbud Amin Ayahudi dalam dialog di radio R Lisa yang dipandu Muhammad Safrudin.(Foto:SN/dok-hp)
Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif dan Sekretaris Disparbud Amin Ayahudi dalam dialog di radio R Lisa yang dipandu Muhammad Safrudin.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif menegaskan, wajib hukumnya untuk melestarikan seni budaya warisan nenek moyang pada generasi muda. Oleh karena itu, pemerintah melalui perannya memiliki kewajiban untuk membuat kebijakan serta dukungan anggaran, untuk mencapai tujuan tersebut.

Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma’arif yang akrab disapa Gus Haiz ini dalam dialog interaktif bersama Gus Haiz, Kamis (12/Mei) 2022 kemarin pagi, di Radio R-Lisa FM. Dialog yang dipandu Muhammad Safrudin dari Diskominfo Jepara ini mengambil tema melestarikan seni dan budaya tradisional.

Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber pendamping, adalah Amin Ayahudi, Sekretaris Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara.

Menurut Gus Haiz, untuk melestarikan seni dan budaya tradisional sangat diperlukan ruang publik. Selain untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya warisan leluhur juga sebagai ajang pengenalan, terutama kepada generasi muda bangsa. ”Hal itu penting sekali, agar seni tradisional ini tidak punah tergerus kemajuan zaman,”tandasnya.

Karena itu, Haiz pun mencontohkan munculnya budaya baru akibat globalisasi, ternyata sangat kuat pengaruhnya terhadap generasi muda. Kadang tanpa kita sadari, justru menjadi gandrung dengan budaya luar padahal kita sendiri kebudayaan dan seni yang tidak kalah menarik dengan budaya asing, dan bahkan orang asing malah terpesona melihat budaya kita.

Menyikapi hal tersebut, ia pun mendorong kesadaran bersama untuk menguri-uri budaya sendiri dan trus mengembangkan kreatifitas agar semakin menarik. ”Mungkin bisa dikemas melalui pekan festival seni dan budaya,”imbuhnya.

Bagaikan gayung bersambut, Amin Ayahudi, sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara menyampaikan, bahwa pemerintah memiliki program khusus dalam upaya pelestarian seni budaya tradisional melalui agenda kegiatan pemerintah, baik secara temporer maupun seremonial. Di setiap even kegiatan, pemerintah selalu menyelipkan pertunjukan seni diawali pembukaan acara, seperti tari-tarian.

Seperti yang berlangsung saat pesta lomban dan festival kupat lepet beberapa waktu lalu, acara tersebut juga diselipkan pertunjukan wayang kulit, rebana serta pertunjukan tari. ”Tidak hanya itu, di acara Hari Jadi Jepara juga kita mendorong adanya pertunjukan seni dan budaya yang dapat dilihat dinikmati masyarakat,”jelasnya.

Berbicara seni budaya tradisional, Amin juga mengakui saat ini ada beberapa seni tradisional terutama seni pertunjukan rakyat ada yang sudah punah dan mulai ditinggalkan penggemarnya. Ia mencontohkan, di antaranya seni Emprak, Wayang klitik, dan Wayang Orang yang sudah jarang ada pertunjukkan.

Ia berharap bukan hanya pemerintah saja yang peduli tapi harus semua pihak, terutama masyarakat luas dalam membangun kepedulian terhadap seni budaya tradisional. ”Selain itu, para seniman juga harus mampu berinovasi dan berkreasi agar karyanya diminati masyakat,”ujarnya.(hp)