Pemkab Pati Bentuk Tim Fasilitasi untuk Dampingi Pengelolaan Siskeudes

0
Tim Fasilitasi aplikasi Siskeudes sedang mendampingi desa-desa di Pati
Tim Fasilitasi aplikasi Siskeudes sedang mendampingi desa-desa di Pati

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati mendampingi dan memfasilitasi Pemerintah Desa (Pemdes) terhadap pengelolaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

Kepala Bidang Pembangunan Desa, Febes Mulyono menyatakan fasilitasi pengelolaan Siskeudes tersebut sangat penting. Pasalnya di situ menggambarkan pelaporan tata kelola keuangan desa. Di samping itu, juga untuk keperluan pencairan Dana Desa (DD).

“Dengan segala kelebihan serta kekurangan, sesuai dengan tupoksi kami Dispermades berusaha secara maksimal fasilitasi desa dalam pengelolaan siskeudes yang salah satunya untuk keperluan pencairan DD,” ujar Febes kepada Samin News, Selasa (24/5/2022).

Fasilitasi yang dilakukan oleh Dispermades tersebut, ungkapnya dibagi ke dalam beberapa wilayah lalu ada seorang yang bertanggung jawab atau sebagai seorang koordinator.

Berdasarkan Keputusan Bupati Pati Nomor 900/4390 tahun 2021 bahwa susunan keanggotaan tim fasilitasi aplikasi Siskeudes terdiri dari Sekretaris Daerah selaku Ketua, Kepala Dispermades selaku Wakil Ketua, Kepala Bidang Pembangunan Desa pada Dispermades selaku Sekretaris dan bersama 13 anggota di bawahnya.

Dia melanjutkan tim fasilitasi Siskeudes ini untuk mendampingi desa terkait persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan Siskeudes. Seperti program ketapang (ketahanan pangan) dengan ketentuannya minimal 20 persen dari DD.

“Nah desa berpikir keras, ini untuk apa. Sebab program ketapang itu (sifatnya) berkelanjutan bukan hanya sebatas formalitas menyelesaikan kegiatan. Tapi bagaimana program itu berlangsung secara continue.” ujarnya.

Program ketapang ini cukup sulit diterapkan di wilayah perkotaan. Mengingat perkotaan yang mempunyai keterbatasan ruang untuk mengembangkan ketahanan pangan.Pihaknya memberi contoh, misalnya di perkotaan program ketapang yang dibuat yakni hydroponik.

Akan tetapi, ia menyebut hal itu hanya sebatas program musiman yang cenderung bersifat narsis. Oleh karena itu, peran tim fasilitasi tersebut bagaimana mendampingi desa untuk memutuskan kebijakan apa yang seharusnya diambil.

Febes berharap kinerja pemerintah desa lebih dimaksimalkan lagi, meningkatkan kualitas hubungan personal antara kades dan perangkat desa. Sehingga nantinya, bisa bersinergi dalam pengelolaan Siskeudes yang outputnya untuk percepatan pembangunan desa.

“Kemudian, di bidang pembangunan serta ekonomi, diharap dilaksanakan sesuai prioritas serta kebutuhan masing-masing desa. Karena di tahun ketiga kalinya ini DD masih tetap diprioritaskan untuk penanganan kesehatan Covid-19,” tegasnya.