Memasuki Hari ke-6 Pencarian Pengamen yang Kecebur ke Kali Juwana Belum Diketemukan

0
40
Pengamen Heru Mauludiyanto (21), warga Dorokandang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang yang kecebur ke Kali Juwana sampai saat ini jenazahnya belum diketemukan.(Foto:Sn/dok-fid)
Pengamen Heru Mauludiyanto (21), warga Dorokandang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang yang kecebur ke Kali Juwana sampai saat ini jenazahnya belum diketemukan.(Foto:Sn/dok-fid)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Memasuki pencarian hari ke-6, Sabtu (14/Mei) 2022 hari ini, seorang pengamen, Heru Mauludiyanto (21) yang hilang tercebur ke alur Kali Juwana, belum juga diketemukan. Kendati demikian, pihak Satpol Airud Polres Pati terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisir berulang-ulang alur kali tersebut.

Hal itu dilakukan sejak lokasi awal diketahuinya remaja yang juga akrab disapa Ucil oleh teman-teman sesama pengamen tersebut ke alur Kali Juwana, yaitu di bawah Jembatan Juwana lama atau Juwana I. Jembatan tersebut membentang di ruas jalan nasional Juwana-Rembang, dan selama ini di bawahnya (kolong) juga ditempati sebagai hunian warga, tapi kebanyak pendatang dari daerah lain.

Sesuai Standar Operating Prosedure (SOP) pihak Basarnas, jika pencarian korban hilang dalam musibah setelah tujuh hari belum ditemukan, papar Kasat Airud Polres Pati, AKP Daffid Paradhi SH, maka pencarian harus dihentikan, dan ini sudah memasuki pencarian hari ke-6. ”Kendati demikian, kami akan terus melakukan pencarian sampai jenazah remaja tersebut diketemukan,”tandasnya.

Kasat Polairud Polres Pati, AKP Daffid Paradhi SH saat melakukan pengecekan ke lokasi tempat terceburnya pengamen Heru Mauludiyanto di bawah kolong Jembatan Juwana, dan saat bersiap melakukan pencarian bersama personel jajarannya.(Foto:SN/dok-fid)
Kasat Polairud Polres Pati, AKP Daffid Paradhi SH saat melakukan pengecekan ke lokasi tempat terceburnya pengamen Heru Mauludiyanto di bawah kolong Jembatan Juwana, dan saat bersiap melakukan pencarian bersama personel jajarannya.(Foto:SN/dok-fid)

Karena itu, lanjutnya, setiap saat melakukan patroli di sepanjang alur kali tersebut hingga jauh ke hilir, maka pencarian terhadap korban juga dilakukan. Sehingga tumbuhan air eceng gondok yang menyangkut di tepian alur kali, dan menimbulkan kecurigaan pasti dicoba untuk ditarik agar ikut hanyut terbawa air.

Akan tetapi saat melakukan hal itu, pihaknya mengahapi kesulitan karena jumlah rumpun tumbuhan air yang hanyut terbawa air di alur kali tersebut dari hulu, tiap hari tidak semakin berkurang justru sebaliknya, terus bertambah. Dengan demikian, upaya pencarian melalui hal tersebut tidak terlalu fokus dilakukan, dan sebagai gantinya adalah meningkatkan kecermatan menyisir tepian alur kali.

Selebihnya ia pun sudah memberikan pesan kepada para nelayan yang sudah melaut menggunakan perahu kecil (cukrik), barang kali saat berangkat maupun sekembalinya dari melaut bila melihat hal-hal mencurigakan hendaknya lebih dicermati. ”Siapa tahu, hal yang mencurigakan tersebut adalah jenazah korban pengamen yang kecebur ke alur kali Juwana, Minggu (8/Mei) 2022 lalu sekitar pukul 22.00 WIB,”imbuhnya.