Perlu Antisipasi Kondisi Ruas Jalan Pati-Gabus Saat Jelang Lebaran

0
51
Rigid beton, sebagian atau sisi kanan ruas jalan Pati-Gabus sepanjang 400 meter sudah dilewati pengguna jalan yang berkendara roda dua.(Foto:SN/aed)
Rigid beton, sebagian atau sisi kanan ruas jalan Pati-Gabus sepanjang 400 meter sudah dilewati pengguna jalan yang berkendara roda dua.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Seksi (Kasie) Jalan Bidang Binamarga DPUPR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, minta perhatian serius kepada pihak pengawas. Yakni, agar menyampaikan kepada pihak rekanan yang melaksanakan paket pekerjaan peningkatan ruas jalan Pati-Gabus, utamanya menjelang Lebaran seperti sekarang.

Adapun yang harus dilakukan, paparnya, adalah agar rigid beton yang baru sebagian (3 meter) badan jalan jalan, hendaknya jangan dibuka lebih dahulu, meskipun bahu jalan sudah diuruk dengan sirtu. Hal tersebut untuk menghindari, agar jangan sampai terjadi kendaraan bermuatan berat, utamanya dari selatan (Gabus) naik ke atas rigid beton.

Prioritas atau kelonggaran bisa diberikan kepada pengguna jalan, tapi bagi yang berkendara motor, bukan roda empat maupun kendaraan bermuatan berat, seperti truk dan jenis lainnya. Akan tetapi syaratnya, dari ujung utara maupun selatan sama-sama harus ada  personel pekerja dari pihak rekanan yang ditugaskan untuk mengatur itu.

Khusus yang berkait dengan masalah ini, pihaknya juga mengingatkan kepada pihak rekanan jika pekerja yang ditugaskan mengatur arus lalu lintas ini, hendaknya jangan sampai membebani para pengguna jalan yang harus mengikuti dari arah mana dahulu yang harus didahulukan. ”Jika para pengguna jalan tetap mematuhi isyarat yang diberikan personel di lokasi tersebut, tentu tidak akan sampai memunculkan permasalahan,”ujarnya.

Bagian ruas jalan Pati-Gabus yang konstruksinya tidak ditingkatkan dengan rigid beton melainkan pelapisan aspal biasa, tapi bahu jalan sisi kanan (barat) sudah dicor dengan beton tebal 12 cm.(Foto:SN/aed)
Bagian ruas jalan Pati-Gabus yang konstruksinya tidak ditingkatkan dengan rigid beton melainkan pelapisan aspal biasa, tapi bahu jalan sisi kanan (barat) sudah dicor dengan beton tebal 12 cm.(Foto:SN/aed)

Dalam kondisi seperti itu, lanjutnya, maka yang harus dilakukan tak lain agar bahu jalan dari cor beton tersebut juga diamakan agar jangan sampai ada kendaraan bermuatan berat melintas di atasnya. Sedangkan ruas jalan dengan rigid beton sebagian itulah yang sebenarnnya menjadi permasalahan utama, karena arus lalu lintas dari arah berlawanan harus melintas secara bergantian di satu sisi ruas jalan, yaitu sisi kiri (timur).

Kondisi tersebut jika tidak ada personel dari pihak rekanan yang mengatur, tentu saja menimbulkan masalah karena pengguna jalan dari arah berlawanan akan saling berebut mendahului. Apalagi, saat ini menjelang Lebaran tentu saja arus lalu lintas di jalur selatan ini juga akan semakin padat, karena selain dari Pati-Gabus juga yang hendak menuju Tambakromo maupun Winong.

Lebih-lebih pada malam hari, personel petugas yang mengatur arus lalu lintas itu benar-benar bisa bekerja sesuai ketentuan. Tentang biaya untuk keperluan tersebut, sebenarnya sudah ada dalam rencana penganggaran dalam perencanaan pekerjaan, sehingga tidak dibenarkan kalau masih harus mengharap pemberian dari para pengguna jalan.

Karena itu, pihaknya menekankan kepada pengawas agar benar-benar menyampaikan permasalahan itu kepada pihak pelaksana lapangan dari rekanan yang bersangkutan. ”Sedangkan kepada para pengguna jalan yang melintas pada malam hari, disarankan untuk mencari alternatif akses ruas jalan lain, seperti yang hendak ke Tambakromo bisa lewat Pati-Kayen, belok kiri pertigaan Tlogoyo ke Gabus baru Tambakromo,”imbuh Hasto Utomo.