Kaur Binops Satlantas Polres Pati; Kamacetan Bersumber di Jalan Pertolongan Desa Bumirejo

0
59
Koordinasi lapangan dipimpin Kabag Ops Polres Pati, Kompol Sugino SH MH saat berlangsung simulasi uji coba rekayasa lalu lintas di Juwana, Kamis (21/April) 2022 hari ini. Ikut serta dalam kesempatan tersebut Kaur Binops Satlantas Polres Pati, Ipda Muslimin.(Foto:SN/dok-no)
Koordinasi lapangan dipimpin Kabag Ops Polres Pati, Kompol Sugino SH MH saat berlangsung simulasi uji coba rekayasa lalu lintas di Juwana, Kamis (21/April) 2022 hari ini. Ikut serta dalam kesempatan tersebut Kaur Binops Satlantas Polres Pati, Ipda Muslimin.(Foto:SN/dok-no)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Titik pangkal terjadinya kemacetan saat berlangsung simulasi uji coba rekayasa lalu lintas berkait dengan pembongkaran dan pembangunan Jembatan Juwana I, di jalur Semarang Surabaya, ternyata bukan terjadi di perempatan Alun-alun Juwana. Akan tetapi terletak di jalan perpotongan jalan poros Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana ke ruas lingkar  Juwana, atau tepatnya di sisi timur Jembatan Juwana yang menjadi alur pengalihan arus lalu lintas dari barat.

Sebab, papar Kaur Binops Satlantas Polres Pati, Ipda Muslimin, ruas jalan poros desa tersebut dalam kondisi keseharian, baik pagi maupun sore selalu ramai oleh para pengguna jalan yang hendak ke selatan menuju ke desa sekitar, baik ke Bumirejo sendiri maupun Tluwak dan Kedungpancing. Sedangkan yang lainnnya, ada pula dari selatan jika hendak ke Juwana juga melintas di jalan poros desa tersebut, baik dari wilayah Kecamatan Jakenan dan sekitarnya.

Akibatnya, baik arus lalu lintas dari barat (Semarang) maupun timur (Surabaya) saat hendak melintas di ruas jalan nasional tersebut harus menunggu sampai selesainya pengguna jalan atau arus lalu lintas dari jalan pertolongan, sehingga waktunya pun terlalu lama. ”Sebab, para pengguna jalan dari ruas jalan poros desa itu tidak hanya hendak belok kiri (barat) semata, tapi ada yang juga hendak belok ke kanan (timur),”ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, para pengguna jalan ini udah pasti harus memotong jalan atau berbelok sampai ke tengah badan jalan, sehingga kendaraan yang datang dari arah berlawanan, masing-masing harus menunggu. Padahal, saat uji coba pengalihan arus lalu lalu lintas dari barat baru dilakukan selama 15 menit, ternyata sudah menimbulkan kemacetan total.

Karena itu, ada wacana untuk secara bersama-sama mengusulkan penundaan pekerjaan, dan bila perlu pembuatan jembatan baru dilakukan tanpa membongkar jembatan lama terlebih dahulu. Sehingga jembatan lama masih bisa dipakai untuk arus lalu lintas dari barat, dan setelah jembatan baru selesai dikerjakan pembongkaran jembatan lama dilakukan.

Selain itu, pihak PJN Wilayah 3 Jawa Tengah, secara internal akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan jajaran Kementrian PUPR, dan juga dengan pihak PPK serta dengan pihak penyedia jasa dengan mempertimbangkan hasil simulasi hari ini.”Selebihnya akan diagendakan lagi untuk rapat koordinasi ulang dengan melibatkan semua instansi terkait,”imbuhynya.