Dinporapar Kabupaten Pati Susun Paket Wisata Lokal

0
142
Peserta rapat koordinasi (Rakor) Penyusunan Paket Wisata Lokal yang dipimpin langsung Kepala Dinas  Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono (deretan depan no 3 dari kiri).(Foto:SN/dok-so)
Peserta rapat koordinasi (Rakor) Penyusunan Paket Wisata Lokal yang dipimpin langsung Kepala Dinas  Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono (deretan depan no 3 dari kiri).(Foto:SN/dok-so)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terpuruknya usaha pariwisata sebagai dampak dari masa pandemi Covid-19 di Pati, kini  mulai dirintis dan diupayakan untuk bangkit dari keterpurukan tersebut. Karena itu, pihak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Sabtu (16/April) 2022 hari ini, menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) membahas masalah tersebut.

Rakor yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono, di aula OPD yang bersangkutan itu mengundang jajaran unsur terkait. Di antaranya adalah ketua dan anggota Association of Travel Agent (ASITA) Cabang Pati dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Pati.

Selain itu, papar Rekso Suhartono, hadir pula Persatuan Biro Pariwisata (Perbipar) kabupaten setempat, untuk membahas tentang pembuatan paket  wisata lokal. ”Hal itu menjadi agenda yang mendesak dan membutuhkan penyikapan untuk diwujudkannya, agar kegiatan wisata di Pati yang mulai menggeliat bisa secepatnya bangkit pascamasa pandemi,”ujarnya.

Dipilihnya paket wisata lokal, lanjut dia, sudah barang tentu dengan pertimbangan yang sangat mendasar, yaitu paket tersebut harus mampu menarik minat warga setempat atau warga Pati untuk mengunjungi atau menikmati paket wisata yang sudah ditetapkan. Dengan demikian, warga Pati tidak harus berwisata ke daerah lain, karena masih ada risiko saat kembali ternyata masih harus menanggung risiko, semisal terpapar penyakit menular seperti Covid-19.

Sedangkan hal lain yang diharapkan, yaitu bangkitnya kondisi wisata lokal tentu para pengelola ASITA, HPI dan Perbipar tentu akan bisa bangkit dari keterpurukan selama ini. Apalagi, paket wisata lokal itu merupakan tindak lanjut dari penilaian 12 calon desa wisata, seperti Embung Jrahi, dan beberapa objek lainnya.

Hal tersebut juga merupakan sinergi antara Pemkab Pati, yaitu Dinporapar dan Penyedia Jasa Usaha Pariwisata, baik itu ASITA, HPI dan juga Perbipar. ”Harapannya hal tersebut dapat memajukan dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta perekonomian desa wisata, dan meningkatkan kunjungan wisata di Kabuaten Pati,”imbuhnya.