Wakil Ketua II DPRD Pati Prihatin terhadap Ibu-ibu Lantaran Mahalnya Minyak Goreng

0
29
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Hardi
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Hardi

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mahalnya harga minyak goreng di pasaran saat ini yang mencapai di atas Rp20 ribu menjadi keprihatinan Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Hardi. Dia prihatin kepada masyarakat utamanya ibu-ibu akan kebutuhan dapur tersebut.

Sebenarnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah memberikan subsidi minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter kemasan premium, Rp13,5 ribu per liter kemasan sederhana dan Rp11,5 ribu per liter untuk kemasan curah.

Hardi menyebut, jumlah stok minyak goreng tanpa subsidi di pasaran masih mencukupi akan kebutuhan masyarakat. Tetapi demikian, minyak goreng harga subsidi tersebut jelas tidak ada setiap hari. Maka, para ibu-ibu ini akan terpaksa membeli minyak goreng (Migor) dengan harga pasaran. Selisih harga itu yang sangat berarti bagi masyarakat.

“Minyak goreng yang harga normal itu kan banyak tersedia. Tetapi, kebanyakan yang diburu masyarakat itu kan yang harganya relatif murah. Terpautnya hampir Rp8 ribu per liter itu kan lumayan bagi ibu-ibu lumayan itu,” katanya beberapa hari ini.

Kendati begitu, meski harga minyak goreng nonsubsidi cukup mencekik. Pihaknya tidak bisa memungkiri bahwa untuk saat ini yang terpenting adalah faktor ketersediaan minyak goreng. Lain hal misalnya, harga tinggi ditambah dengan stok di pasaran langka.

Menurutnya berdasarkan informasi pantauan yang dilakukan oleh dewan, saat ini tidak ada masalah dengan ketersediaan di pasaran. Tetapi, berbicara ibu-ibu tidak bisa hanya berbicara tentang ketersediaan barang. Melainkan juga selisih harga, karena sifat mereka sangat jeli.

“Adapun harga minyak goreng murah yang diburu ibu-ibu itu misalnya terpaut dari Rp8 ribu. Kemudian kali dua liter jadi Rp16 ribu. Maka uang ini sudah bisa digunakan untuk beli 1 liter lagi kan,” jelas Hardi.

Dirinya akan memantau ketersediaan minyak goreng di pasaran. Pasalnya saat ini sudah menjelang bulan Ramadhan yang dikhawatirkan akan langka. “Kami dari dewan menjelang puasa bulan ramadhan ini akan memantau, sehingga stok ini bisa tercukupi hingga masa idul fitri,” tandasnya.(adv)