Tanah Galian Kolam Tambat Kapal Ditumpuk Biar Berkurang Kandungan Airnya

0
45
Sebuah ekskavator yang menopang di atas ponton terus melakukan penggalian tanah dalam kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana.(Foto:SN/dok-lik)
Sebuah ekskavator yang menopang di atas ponton terus melakukan penggalian tanah dalam kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana.(Foto:SN/dok-lik)
Sebuah ekskavator yang menopang di atas ponton terus melakukan penggalian tanah dalam kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana.(Foto:SN/dok-lik)
Sebuah ekskavator yang menopang di atas ponton terus melakukan penggalian tanah dalam kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana.(Foto:SN/dok-lik)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selama hampir sepekan sebuah alat berat dari rekanan yang melaksanakan pekerjaan lanjutan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, terus berupaya mengeruk dan menumpuk tanah galian tersebut di tepi dermaga sisi utara. Tujuannya, tak lain agar tanah galian tersebut nantinya menjadi kering atau mulai berkurang kandungan airnya.

Sebab, tanah tersebut digali dari kedalaman kolam yang selama ini menjadi lokasi genangan air, sehingga tanah yang digali sudah barang tentu dalam kondisi basah. Jika tanah galian tersebut langsung diangkat dan dibuang menggunakan ”dump truck” pengangkut tentu akan mengotori lingkungan sekitar saat harus dibuang ke lokasi lahan yang disediakan.

Berkait dengan lokasi yang disebut terakhir, papar pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Abdul Kholiq, letaknya dari kolam yang dikeruk untuk saat ini paling jauh baru  sekitar 100 meter, yaitu memanfaatkan lokasi pembuangan yang juga dalam kondisi berair. ”Dengan demikian, operator yang mengoperasikan ekskavator harus menumpuk tanah galian dari dalam kolam, untuk diletakkan di tepi dermaga sebelah utara,”ujarnya.

Tujuannya, lanjut dia, selama tanah  galian tersebut ditumpuk/ditimbun di tempatnya, maka kandungan airmya akan menyusut, dan bahkan bila terkena terpaan sinarmatahari akan mengeras. Dengan demikian, setelah nanti dinaikkan atau dilansir naik ke atas ”dump truck” tidak lagi dalam keadaan basah dan masih dalam bentuk lumpur, karena hal itu akan membuat lingkungan sekitar menjadi kotor.

Apalagi, sisi utara dermaga tambat kapal setelah lahan kosong adalah terdapat saluran pembuang (drainase), dan sebelahnya lagi ruas jalan dengan konstruksi rigid beton kemudian saluran pembuang disisi barat jalan, baru lahan kosong untuk membuang tanah galian kolam. Jika , tanah yang digali sudah dalam kondisi tidak berupa lumpur lagi, maka berserakannya tanah yang tercecer tidak akan mengotori tempat itu secara berlebihan.

Karena itu, dengan pola kerja dan pola operasional ekskavator maka pelaksanaan pekerjaan di lapangan tentu tidak ada kendala, kecuali jika tiba-tiba turun hujan deras sehingga timbunan tanah galian yang berhasil dikeruk kembali menjadi basah. Akan tetapi, hari-hari berikutnya jika berdasarkan pertimbangan kondisi musim, tentu turunnya hujan akan mulai berkurang.

Dengan demikian, pihaknya bisa segera menambah unit ekskavator yang ”bertangan” panjang, dan juga pengerahan ”dump truck” pengangkut yang saat ini juga tengah dipersiapkan. ”Hal tersebut mengingat, untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai kontrak hanya mendapat alokasi 100 hari kalender (HK) sehingga pertengahan Juni mendatang harus tuntas,”imbuhnya.