Rekanan Kolam Tambat Kapal Kembali Datangkan Alat Berat

0
30
Satu unit ekskavator jenis ''lengan panjang'' (long arm) lengkap dengan sebuah ponton sudah siap di lokasi (atas), dan satu ponton lainnya yang baru datang masih barada di atas truk pengangkut yang belum diturunkan (bawah).(Foto:SN/aed)
Satu unit ekskavator jenis ”lengan panjang” (long arm) lengkap dengan sebuah ponton sudah siap di lokasi (atas), dan satu ponton lainnya yang baru datang masih barada di atas truk pengangkut yang belum diturunkan (bawah).(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pihak rekanan paket pekerjaan lanjutan kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana, terus mengoptimalkan pengerahan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur dari dalam kolam. Setelah pekan lalu, sebuah ekskavator lengkap dengan ponton tempatnya menopang saat beroperasi, kini sudah disiapkan lagi satu unit ekskavator lainnya.

Khusus alat berat yang baru didatangkan ini, papar pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Abdul Kholiq, jenisnya yang ”lengan panjang” (long arm). Tujuannya, agar jangkauannya saat beroperasi lebih maksimal, sehingga tidak harus terlalu banyak menggeser/memindah ponton. Dengan demiikian, saat harus mengeruk kedalaman endapan tanah maupun mengangkatnya ke ”dump truck” pengangkut juga tidak terlalu banyak manuver.

Karena itu, untuk sementara satu unit lagi ekskavator ”lengan panjang” akan segara datang ke lokasi karena pontonnya juga sudah siap. ”Dengan demikian, untuk ekskavator yang dikerahkan sementara seluruhnya berjumlah empat unit, karena satu unit khusus bertugas untuk mengatur/menata buangan tanah galian di lokasi pembuangan,”ujarnya.

Jika sampai saat ini pihaknya belum mengerahkan ”dump truck” pengangkut  tanah galian, lanjutnya, hal itu menunggu kalau ekskavator yang ”lengan panjang ” sudah masuk ke dalam kolam. Setelah nanti tanah hasil penggalian yang sengaja ditempatkan menumpuk cukup banyak, maka kandungan airnya akan sangat berkurang setelah diterpa terik matahari.

Dengan demikian, saat diusung dari sisi luar kolam tambat kapal ke lokasi pembuangan tidak banyak menimbulkan lumpur yang mengotori lingkungan sekitar. Sebab, kedalaman kolam yang harus dikeruk dari permukaan dermaga, maksimalnya sekitar 7 meter sehingga bisa dibayangkan berupa juga meter kubik tanah galian yang harus dikeruk dan dibuang.

Melalui upaya itu, barulah kapal-kapal yang hendak tambat ke dermaga baru bisa masuk, sehingga minimal tanah dalam kolam tambat yang digali dasarnya sama dengan dasar alur Kali juwana.”Jika nanti kapal-kapal tersebut sudah ada yang bisa parkir di dalam kolam tambat, paling tidak bisa mengurangi kapal-kapal penangkap ikan yang selama ini parkir di sepanjang pinggir alur Kali Juwana,”imbuhnya.