DPRD Rapat Audiensi Wacana Pendirian Pabrik di Kecamatan Trangkil

0
123
Berlangsung rapat audiensi DPRD Pati dengan Aliansi Petani dan Pemuda Peduli Lingkungan (APPL) Kecamatan Trangkil, Selasa (22/3/2022)
Berlangsung rapat audiensi DPRD Pati dengan Aliansi Petani dan Pemuda Peduli Lingkungan (APPL) Kecamatan Trangkil, Selasa (22/3/2022)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati rapat audiensi dengan Aliansi Petani dan Pemuda Peduli Lingkungan (APPL) Kecamatan Trangkil terkait dengan wacana pendirian pabrik di wilayah Kecamatan Trangkil di Ruang Paripurna, Selasa (22/3/2022).

Audiensi ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya juga mereka melakukan aksi serupa mempertanyakan wacana pendirian pabrik yang kabarnya mencakup di empat lokasi yakni, Desa Pasucen, Desa Mojoagung, Desa Tegalharjo serta Ketanen.

“Menanyakan kejelasan tentang pabrik di Kecamatan Trangkil, hasil koordinasi (audiensi) pertama dewan dengan pemerintah ini kami tanyakan bagaimana perkembangannya,” kata Ahmad Sohan dari APPL.

Menurut Sohan, terkait dengan wacana itu sudah sangat santer beredar di masyarakat. Oleh karena itu, jika memang benar terdapat pendirian pabrik. Maka dirinya meminta kepada pihak pabrik untuk segera mensosialisasikan langkah itu dengan masyarakat.

Sementara warga lainnya, Abdul Majid mempertanyakan perihal mengapa pendirian pabrik dibangun di wilayah Trangkil. Yang menurutnya, di wilayah Trangkil merupakan kawasan produktif sebagai lahan pertanian.

“Kenapa dibangun di situ, kasihan nanti anak cucu kita mau tinggal dimana. Toh lahan produktif, kenapa tidak di Pati Selatan,” tegas Majid.

Dirinya menegaskan akibat dari isu pendirian pabrik yang beredar di tengah masyarakat itu adalah kehadiran cukong atau mafia. Pihaknya mengaku cukong itu melakukan intimidasi kepada masyarakat sehingga masyarakat ketakutan dengan tujuan mau menyerahkan tanah mereka.

“Ironi adanya cukong, kami merasa ada intimidasi, petani takut. Karena ada orang yang berkepentingan. Karena ada yang mau beli, tetapi tidak dijual, seperti itu,” ungkapnya.

Di lain pihak perwakilan dari pabrik HWI, Sugito menyatakan benar adanya jika di wilayah Trangkil hendak didirikan pabrik baru. Akan tetapi, dia menepis anggapan masyarakat bahwa rencananya di Trangkil bukan untuk pabrik sepatu Adidas seperti isu yang berkembang di masyarakat. Melainkan rencananya pabrik untuk garmen dengan bran Apparel.

“Saya kaget, siapa yang bilang di Trangkil mau ada pabrik Adidas. Saya mohon Adidas jangan dikaitkan karena Adidas itu adalah brand,” terangnya.

Dia menjelaskan empat desa yang masuk radar dari HWI sebelumnya adalah empat desa. Tetapi lantaran ada kendala teknis terkait tawaran harga tanah yang tinggi di dua Desa Pasucen dan Tegalharjo. Selanjutnya dua desa itu tidak masuk rencana lokasi pendirian pabrik.

“Kemudian, kami alihkan ke Ketanen dan Mojoagung. Mekanismenya kalau sudah menguasai lahan, baru akan sosialisasi. Tetapi bukan Adidas namun Apparel seperti jaket dan topi. Harga tanah antara di pinggir jalan beda dengan yang di dalam antara Rp300 ribu sampai Rp1 juta,” jelasnya.(adv)