Banjir di Pati Genangi 642,5 Hektar Padi

0
74
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Nikenti Meiningrum
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Nikenti Meiningrum

SAMIN-NEWS.com, PATI – Banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pati pada bulan Maret 2022 ini berdampak pada tanaman padi. Selain memang berdampak menggenangi di area pemukiman warga, juga menggenangi tanaman petani.

Dinas Pertanian (Dispertan) Pati mencatat banjir yang terjadi selama periode Maret ini yang cukup parah adalah di awal pekan kedua Maret. Karena tingginya intensitas curah hujan hingga mengakibatkan kebanjiran di lima kecamatan.

“Sementara periode Maret yang baru ini yaitu di Kecamatan Kayen, Desa Trimulyo 5 hektar terdampak, Srikaton 25 hektar. Kemudian di Kecamatan Gabus ada Soko, Koripandriyo, Pantirejo 134 hektar,” jelas Kepala Dispertan, Nikentri Meiningrum, Jumat (11/3/2022).

Dirinya mengatakan secara keseluruhan banjir pada periode Maret yang parah yaitu di tanggal 10. Berdasarkan data yang dimilikinya banjir itu berdampak pada area pertanian seluas 642,5 hektar di lima kecamatan di antaranya Kayen, Gabus, Jakenan, Pati dan Juwana.

Niken mengaku, banjir di bulan Maret baru beberapa hari ini belum ada laporan tanaman puso atau gagal panen. Menurutnya karena banjir masih cukup baru jadi perkembangannya masih ditunggu seperti apa.

Ia menjelaskan rata-rata di wilayah tersebut tanaman masih diumur persemaian. Antara 1-15 hari mereka (petani) baru saja tanam masuk di MT II.

Terkait dengan banjir yang menggenangi padi, katanya Dispertan mengupayakan akan mengajukan bantuan benih ke Pemerintah Provinsi. Namun pengajuannya biasanya ada verifikasi dari Pemprov terkait dengan luasan dan yang benar-benar puso.

“Ini belum diajukan bantuan, biasanya petani langsung ganti dengan benih miliknya sendiri. Mereka biasanya baru minta di MT I bulan Oktober karena memang keluarnya bulan ini,” pungkasnya.