Kamera dalam Bencana

0
142

Pengantar Redaksi : Alam dalam memberikan pelajaran kepada manusia, tentu tidak mengenal tempat dan waktu, apalagi yang disebut tebang pilih sebagaimana sering dilakukan oleh kelompok yang selalu berkilah demi kepentingan manusia itu pula. Bukti dari hasil pembelajaran alam ini, seharusnya membuat kita sadar akan kesalahan yang selama ini kita lakukan, yaitu tidak pernah ramah dengan alam dan lingkungannya, agar tidak terjadi hal sebagaimana terekam

Kamera dalam Bencana

Kondisi bangunan tempat tinggal warga, tidak mengenal yang kokoh maupun yang sederhana saat dilibas bencana angin puting beliung. Musibah tersebut terjadi di Desa Tayu Wetan, Tayu Kulon, Keboromo, dan Desa Sambiroto, Senin (21/Februari) sekitar pukul 12.00 WIB kemarin.(Foto:SN/dok-istimewa).

Sisi lain kerusakan bangunan milik warga akibat libasan angin puting beliung yang terjadi diempat desa di wilayah Kecamatan Tayu (Tayu Wetan, Tayu Kulon, Keboromo dan Sambiroto yang terjadi Senin (21/Februari) kemarin. Siang itu sekitar pukul 12.00 tengah hari, di wilayah tersebut berlangsung hujan deras disertai bertiupnya angin kencang dari utara.(Foto:SN/dok-istimewa)

Warga beberapa desa di Kecamatan Tayu yang atap rumahnya diporandakan angin puting beliung, tak beberapa setelah kejadian berkumpul di lokasi sekitar tempat tinggalnya. Sedangkan jajaran personel Polsek Tayu yang dipimpin langsung Kapolsek, Iptu  Aris Pristianto SH MH juga segera mendatangi beberapa lokasi kejadian.(Foto:SN/dok-istimewa).

Jajaran personel Polsek Tayu, selain mendeteksi kerusakan atap rumah warga juga menyisir adanya pohon-pohon tumbang yang melintang dan menghalangi akses jalan antar rumah tinggal warga. Selain itu bersama relawan bencana dengan perlengkapan gergaji mesin pun langsung bergerak cepat memotong pohon-pohon yang tumbang disapu angin puting beliung, Senin (21/Februari) siang kemarin.(Foto:SN/dok-istimewa)

Tim Relawan Bencana dan SAR Tunggulwulung yang bermarkas di kawasan pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Senin (21/Februari) 2022 atau siang itu juga begitu mendapat informasi terjadinya musibah angin puting beliung langsung menuju lokasi. Langkah pertama yang dilakukan adalah memotong pohon-pohon tumbang sebagaimana terjadi di Desa Tayu Wetan dan Desa Keboromo, untuk disingkirkan termasuk pohon tumbang yang menimpa rumah warga.(Foto:SN/dok-istimewa).

Kapolsek Tayu Iptu Aris Pristianto SH MH bersama personel jajarannya bahu membahu bersama masyarakat, untuk segera memperbaiki muapun menggganti genteng atap rumah warga yang dilibas angin puting beliung, Senin (21/Februari) siang kemarin. Dengan demikian, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan karena atap gentengnya lepas disapu puting beliung tersebut, bisa kembali menempatinya sehingga bila terjadi hujan biasa tidak lagi mengalami kebocoran.(Foto:SN/dok-istimewa)