Presidensi G20 Momen Pemerintah Menarik Investor

0
42
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Dok. BKPM)

SAMIN-NEWS.com, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan presidensi G20 bulan Oktober tahun 2022 ini menjadi momentum untuk menarik investasi dari negara anggota ke Indonesia.

Ini diungkapkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam Forum TIIWG G20 di Jakarta, Selasa (8/2). Ia menegaskan ekosistem investasi yang dibangun adalah yang investasi berkelanjutan untuk mendongkrak perekonomian nasional.

“Kalau angka kasar (target investasi), bukan angka pasti, dalam target kami itu itu minimal Rp200 (triliun)-Rp250 triliun itu bisa kami jadikan target. Tapi detail angkanya kami masih menyusun,” paparnya.

Angka tersebut menurut Bahlil pemerintah Indonesia bisa mendatangkan investasi berkelanjutan dari berbagai sektor. Mulai dari sektor Pariwisata hingga proyek hilirisasi sumber daya alam yang saat ini dikebut.

Bahlil menyontohkan proyek hilirisasi SDA tersebut, seperti proyek gasifikasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) dan bahan baku metanol, kemudian produksi baterai listrik dari nikel.

Indonesia, menurutnya harus mampu mendorong negara-negara di dunia khususnya anggota G20 mewujudkan investasi yang ramah lingkungan. Kendati ia mengakui, kecanggihan yang dimiliki di dalam negeri masih terbatas, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan dengan catatan kolaborasi antar negara.

“Tidak ada negara di dunia selain Indonesia yang mengolah batery cell dari tambang hulu ke hilir. Kita harus mendorong investasi yang ramah lingungan. Teknologi mungkin dari luar negeri, makanya kita harus kolaborasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengatakan investasi juga harus mampu menjaga dan mendongkrak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Seperti arahan Presiden Jokowi yang menginginkan bahwa investasi ini bisa dalam bentuk pendampingan UMKM.

“Investasi juga harus bermanfaat bagi pengusaha di daerah dan UMKM. Jadi arahan presiden kepada kami jangan dilihat dari nominal angka dan negara mana yang masuk. Tapi bagaimana caranya memberdayakan pengusaha daerah dan UMKM,” tutupnya.