Dinkopumkm Fasilitasi Informasi Penyediaan Permodalan bagi Pelaku UMKM

0
49
Foto bersama pegawai Dinkopumkm dengan pelaku usaha saat kegiatan

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkopumkm) Kabupaten Pati memfasilitasi para pelaku UMKM setempat kaitannya dengan informasi penyediaan permodalan yang berlangsung di Aula dinas setempat, Selasa (8/2/2022). Kegiatan ini, Dinkopumkm menggandeng lembaga keuangan Bank BRI dan Bank Mandiri.

Kabid UMKM, Hendry Kristyanto mengatakan dampak yang ditimbulkan adanya pandemi, pelaku UMKM perlu mendapat dukungan permodalan. Dimulai 2020-2021, banyak pelaku UMKM yang mengalami kerugian. Dukungan permodalan sangat penting bagi pelaku UMKM untuk pengembangan usaha.

“Diharap sosialisasi terkait informasi penyediaan permodalan, dimana nanti pelaku usaha tahu dan lebih dekat dengan dukungan permodalan dari perbankan,” kata Kristyanto usai acara.

Akan tetapi, ia menggarisbawahi bahwa dukungan permodalan ini diperuntukkan bagi usahanya agar bisa survive bertahan di tengah pandemi dan mampu meningkatkan usahanya. Bukan melainkan dimaksudkan untuk kebutuhan konsumsi.

Dinkopumkm Fasilitasi PmInformasi Penyediaan Permodalan bagi Pelaku UMKM

Dia menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta pelaku UMKM. Di antaranya dari sektor Kuliner, Makanan Ringan, Batik, Kerajinan, hingga sektor kopi.

Mikro Banking Cluster Manager Bank Mandiri, Ardian Wibisono menyatakan Mandiri berupaya mendukung dan mendampingi pelaku UMKM melalui pembiayaan usaha. Selain itu, pendampingan Bank Mandiri juga pasca pencairan. Tujuannya adalah pembiayaan dukungan permodalan itu tepat sasaran.

Syarat pengajuan kreditnya, kata Ardian hampir sama dengan lembaga pembiayaan lain. Karena prinsip Bank Mandiri adalah cepat dan mudah. Untuk tahap awal, mereka hanya cukup memberikan fc KTP, KK dan buku nikah setelah itu baru diproses. Sementara syarat lain bisa dikumpulkan secara paralel.

“Pada dasarnya syarat-syarat tidak memberatkan untuk pelaku UMKM relatif cukup mudah dan pasti bisa dipenuhi,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Dinkopumkm, Wahyu Setyawati menambahkan dukungan permodalan itu untuk upaya menaikkan kelas. Namun yang perlu dilakukan pelaku umkm adalah menginventarisir aset dan omsetnya, hingga misalnya memasang target mampu mengekspor. Ini dilakukan untuk mengetahui indikator kenaikan kelas usahanya itu.

“Tetap semangat melakukan usaha, pemerintah memfasilitasi pelaku usaha dengan menyediakan informasi permodalan menggandeng lembaga keuangan,” katanya.