Pembinaan ASN ”Dibalut” Kampanye di Masa PPKM

0
50
Wakil Ketua DPRD Jepara, H Pratikno.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Wakil Ketua DPRD Jepara, H Pratikno menyayangkan berkelanjutannya pembinaan mental di kalangan Aparur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan dengan cara mengumpulkan mereka dalam jumlah besar. Padahal, saat ini masih dalam kondisi di tengah-tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Apalagi, papar Wakil Ketua DPRD Jepara, H Pratikno, dalam satu pertemuan di suatu tempat, jumlah pesertanya mencapai 300 smpai 400 orang ASN, baik itu dari kalangan guru SD, SMP, pegawai Puskesmas dan  kecamatan. Kegitan pertemuan tersebut sebagaimana dilakukan di SMPN 1 Mayong, SMPN 1 Pecangaan, dan di SMPN 1 Bangsri.

Selain itu, lanjutnya, juga pertemuan di SMPN 2 Kembang, dan terakhir di SMPN 1 Mlonggo yang dikemas dalam pembinaan mental Aparatur Sipil Negara (ASN). ”Akan tetapi patut diduga kegiatan ini ”dibalut” bau kampanye untuk Pilkada 2024. Para ASN peserta pertemuan tahu kok arahnya, karena mereka adalah kelompok masyarakat yang berpendidikan,”ujarnya.

Bahkan, masih ungkap dia, ada doa untuk terpilih kembali Tahun 2024 nanti yang mengaku mendapat banyak masukan dari para ASN, termasuk jadwal, foto-foto dan materi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Dari jadwal yang diterima pihaknya, untuk pembinaan mental ini akan menyasar kepada 5.728 orang ASN yang terdiri dari staf kecamatan 404 orang, guru SMP 958 orang, guru SD 3.445 orang, dan Puskesmas 920 orang.

Seharusnya, dengan penambahan warga Jepara positif setiap hari  dengan jumlah positif rate rata-rata 45 persen, Satgas Covid Jepara dengan semua jajaran harus segera melakukan rapat koordinasi. ”Hal tersebut untuk melakukan langkah strategis dan taktis,”;ujar Pratikno yang juga Ketua DPD Partai Nasdem itu.

Jika protokol kesehatan hendak dilakukan untuk melindungi masyarakat, maka pimpinan daerah harus menjadi teladan, jangan malah membuat kegiatan yang tidak prioritas. Bukan sebaliknya, justru seperti situasi mendesak, seperti mengumpulkan ASN dan juga mengumpulkan Petinggi, BPBD serta Carik dengan jumlah sampai ratusan orang.

Menurut Pratikno, dampak yang ditimbulkan bisa saja salah satu penyebab meledaknya Covid-19 di Jepara ini disebabkan oleh Pemkab Jepara sendiri yang memunculkan terjadinya kerumuman . ”Sebab, bisa saja warga kehilangan keteladanan dari pemimpin dalam hal protokol kesehatan,”tandasnya.(hp)